Feed on
Posts
Comments

istock_000003461449xsmall

Stres adalah faktor #1 yang paling berdampak negatif pada kesehatan dan kualitas hidup kita. Umumnya hanya muncul di 3 bidang kehidupan: (1) penampilan dan kesehatan tubuh, (2) uang, karier, dan sukses, serta (3) cinta, keluarga dan relasi pribadi.  Dan berdasarkan 3 bidang tersebut, kita bisa mengamati bahwa (hampir) semua orang mengalami stres, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Meskipun kita tidak bisa hidup steril dan bebas sepenuhnya dari stres, kuncinya adalah bagaimana mengelola stres ini agar dampak negatifnya minimal, atau bahkan bagaimana agar energi di balik stres ini bisa diolah menjadi semangat, kebijakan hidup dan kesadaran yang jernih.

Apa yang kita bisa lakukan untuk mencapai ini? Positive thinking? Positive feeling? Being optimistic? Sejujurnya, saya tidak bisa merekomendasikan hal-hal tersebut.

Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM – 24 Maret 2009

humanchakrasystem-small6

Kita cukup sering mendengar atau bahkan mengalami sendiri secuplik percakapan di kamar praktek dokter yang isinya: “Tidak ada yang ditemukan abnormal pada tubuh Anda, kemungkinan besar penyakit yang Anda alami ini bersumber pada pikiran, sebaiknya Anda menghindari stres dan banyak berdoa.”

Sebagai praktisi penyembuhan holistik, sudah tak terhitung betapa seringnya saya menemui kasus di mana masalah seorang klien secara fisik, bahkan pada penyakit yang konon tak berhubungan dengan stres atau pikiran, ternyata memiliki akar penyebab di pikiran dan perasaannya.

Pikiran Anda akan menentukan kondisi tubuh Anda. Apa yang tersimpan dalam rasa akan terwujud dalam raga Anda. Benarkah demikian? Adakah rahasia di balik hubungan antara rasa dengan raga yang masih perlu kita gali? Bisakah pemahaman ini kita gunakan untuk menciptakan kesehatan dan kesejahteraan hidup yang lebih baik?
Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM – 17 Maret 2009

istock_000008690317xsmall1

Saya punya pengamatan menarik sejak 2003. Situasi ini sering saya alami ketika bertemu dengan seorang teman baru wanita (dan sebagian pria) yang baru saja saya kenal. Bisakah Anda menebak 1 pertanyaan yang hampir selalu diajukan kepada saya, kurang dari semenit setelah mereka tahu bahwa saya adalah seorang akupunkturis?

“Bisakah akupunktur membantu saya merampingkan tubuh, mengurangi berat badan, dan membentuk tubuh yang ideal?”

Memang tubuh yang bentuk dan tampilannya ideal agaknya menjadi dambaan dan obsesi banyak orang. Seperti dibahas dalam tulisan yang lalu, motif dasar yang sering bersembunyi di balik keinginan untuk mengubah tubuh adalah kebencian terhadap tubuh kita sendiri, baik yang kita sadari maupun di bawah sadar. Dan kebencian pada tubuh ini tersimpan dalam ‘citra tubuh’ kita yang tidak sehat.

Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM – 10 Maret 2009

istock_000005555066xsmall2
Dalam pengalaman terapi melalui penyembuhan holistik, seringkali saya bertemu dengan berbagai kasus terapi yang pada intinya sangat bertumpu pada seberapa baik hubungan kita dengan satu-satunya kendaraan yang senantiasa menyertai perjalanan hidup ini, yaitu tubuh kita sendiri.

Saya menyebut relasi dan persepsi kita tentang tubuh kita sendiri sebagai CITRA TUBUH (body image). Seandainya perlu didefinisikan, yang paling mendekati adalah: bagaimana kita melihat, menghargai, mencintai dan menerima tubuh kita sendiri. Persepsi yang tersimpan dalam citra tubuh ini, bisa saja yang kita sadari, namun sering juga yang tersembunyi dalam bawah sadar kita.

Sebenarnya bila dirunut ke awal kehidupan, saya menduga bahwa kita semua dilahirkan dengan citra tubuh yang sehat, atau dengan kata lain, kita bisa menerima tubuh kita apa adanya. Namun mengapa ada begitu banyak masalah saat kita menjadi dewasa, yang berhubungan dengan kesulitan kita untuk menerima tubuh sendiri apa adanya, bahkan banyak yang secara tidak sadar membenci tubuhnya sendiri?

Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM – 24 Februari 2009

Good tradition

Cinta membutuhkan ruang untuk tetap hidup dan bertumbuh.

Selamat datang di bagian terakhir dari rangkaian latihan kesadaran cinta ini, yaitu hadiah cinta yang ke-4. Hadiah cinta ini adalah memberikan ruang dan keleluasaan. Yang dimaksud dengan ruang dan keleluasaan di sini adalah, kapasitas kita untuk memberikan izin, restu dan kesempatan bagi pasangan cinta untuk bertumbuh, berkembang, dan memilih apa yang terbaik bagi dirinya.

Seandainya saja cinta sudah tiada, dan kita tidak lagi peduli pada kebersamaan, tentunya memberikan ruang dan keleluasaan jauh lebih mudah. Bagi saya pribadi, latihan terakhir ini merupakan yang tersulit untuk dilatih, karena untuk dapat memberikannya dengan tulus, ada begitu banyak hambatan dalam diri yang perlu disembuhkan terlebih dahulu. Namun justru karena tingkat kesulitannya paling tinggi, ini pulalah hadiah cinta yang paling berharga dan bermakna.

Ketika ruang dan keleluasaan tidak cukup diberikan dalam sebuah relasi cinta, maka ini bisa muncul dalam berbagai bentuk perilaku yang seringkali tidak sehat bagi kebersamaan. Misalnya, sikap cemburu yang takarannya terlalu berlebihan, dibuatnya aturan main / pembatasan / larangan yang hanya berdasarkan kepentingan sepihak, serta pudarnya keunikan individualitas dalam kehidupan bersama yang mengatasnamakan “demi cinta”.

Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM – 17 Februari 2009

- the truth shall set you free -

“The truth shall set you free”

  • Setelah Anda menghayati latihan “meluangkan waktu sepenuh hati”, dan “mendengarkan saja sepenuh hati”, inilah latihan kesadaran cinta ke-3 yang benar-benar akan menguji kelapangan hati kita untuk mengatasi ketakutan dalam diri sendiri. Latihan mengekspresikan diri dengan KEJUJURAN TOTAL.
  • Sanggupkah kita untuk selalu menyatakan kebenaran, terutama kepada pasangan yang begitu dicintai? Apalagi bila beresiko memunculkan konflik, sakit hati, bahkan perpisahan?
  • Perjalanan kita menuju kejujuran selalu menghadapkan kita pada 2 sisi dalam diri. Sisi pertama, adalah sifat dasar hati yang selalu ingin menyatakan kebenaran dengan sejujur-jujurnya. Sisi ini tahu bahwa kita hanya bisa lega dan lapang, setelah menyatakan isi benak sejujur-jujurnya.
  • Sayangnya sisi jujur ini tidak selalu berhasil mendapatkan kesempatan untuk terpenuhi. Alasannya? Ada sisi kedua dalam diri kita, yang penuh kekuatiran, bahkan ketakutan akan resiko menyatakan kejujuran. Ego kita menciptakan rasa takut akan konflik, sakit hati, menyinggung perasaan pihak lain, dan kita juga takut akan perpisahan. Bagaimana kita bisa mengatasi hal ini, sehingga membuka diri sungguh menciptakan kelegaan dan kelapangan dalam hubungan cinta?

Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM – 10 Februari 2009

Secret

  • Kualitas hubungan cinta tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak kita mampu menumpuk rasa senang dan bahagia bersama saja, namun juga bagaimana kita bisa saling merawat satu sama lain ketika muncul masa-masa sulit, konflik dan stres. Dan dalam masa-masa seperti ini jugalah, pertumbuhan jiwa masing-masing terjadi dengan alamiah
  • Bertumbuh di masa sulit ini sangat tergantung dari bagaimana tiap individu untuk menyembuhkan ketakutan, reaksi hati dan trauma masa lampau masing-masing. Dan sebagai pasangan, kita terkadang perlu memainkan peran ‘terapis’ kepada pasangan cinta, agar dia mampu mengatasi hambatan hati yang mencegahnya untuk menikmati kebersamaan yang melegakan.
  • Setelah bisa melatih kesadaran cinta dengan cara meluangkan waktu dengan sengaja, teratur dan penuh perhatian, marilah kita memperdalam lebih lanjut kualitas hubungan cinta dengan hadiah kedua yaitu MENDENGARKAN SAJA SEPENUH HATI.

Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM – 3 Februari 2009

istock_000003175508xsmall

Cinta adalah energi kesadaran yang paling murni dan dahsyat dalam hidup. Justru karena kekuatan cinta yang luar biasa ini, dalam hubungan cinta, kita dipaksa untuk menata energi ini dengan begitu banyak ketidakpastian. Terkadang kita mendapatkan perasaan aman, damai dan bahagia, namun tidak jarang pula kita merasakan derita, stres dan rasa kecewa.

Untuk lebih mampu mengelola energi cinta ini, kita perlu melatih ‘otot’ kesadaran cinta dengan baik. Secara singkat ada 4 latihan kesadaran cinta yang bisa kita hadiahkan kepada pasangan, untuk membantu kita menggali pengalaman cinta yang lebih hidup, bermakna, dalam,

Untuk itu, setiap orang yang menjalani hubungan cinta perlu melatih “kesadaran cinta”, yang bagaikan otot, perlu terus dilatih. Selama bulan Februari ini, kita akan membahas 4 Hadiah Cinta, yaitu empat buah latihan kesadaran cinta yang membantu kita menggali pengalaman cinta dengan lebih dalam, lebih bermakna, lebih manusiawi, dan lebih hidup.

Hadiah Cinta tersebut adalah (1) Luangkan waktu bersama dengan penuh perhatian, (2) Mendengarkan sepenuh hati, (3) Memberikan ruang dan keleluasaan, dan (4) Hidup dengan kejujuran total.

Continue Reading »

Program Meditasi Intensif bersama Reza Gunawan

Kamis – Minggu / 26 Februari – 1 Maret 2009
Anahata Villas & Spa Resort, Ubud-Bali

rm

Saat hidup memutar kita bagaikan roda, amat mudah kita tergulung dan terombang-ambing dalam putarannya. Hanya jika kita berdiam di pusatnya, maka sekencang apa pun roda berputar, batin kita tetap geming, hening, dan bening.

Namun roda kehidupan modern yang bergerak sangat cepat seringkali tidak mengizinkan kita untuk diam dan berhenti sejenak. Bahkan kita tidak lagi tahu caranya bernapas dengan sadar, berserah pada inteligensi tubuh, dan beristirahat secara total. Saat tubuh berbaring, pikiran kita berputar. Saat tubuh beraktivitas, pikiran kita bercabang liar. Saat hati berontak, logika kita meredam dan menolak.

Begitu banyak timbunan sampah batin—dari mulai urusan hati yang tak tuntas, trauma yang belum sembuh, sampai segudang rencana dan ketakutan akan masa depan—yang kita gendong dari hari ke hari, tahun ke tahun. Beban ini, jika tidak pernah kita kuras, akan muncul ke permukaan sebagai penyakit fisik, stres, paranoia, dan aneka fenomena lain yang kita sebut sebagai “problem”.

Program “Geming, Hening, dan Bening” adalah sebuah undangan untuk berhenti dan meniti ke dalam diri. Sebuah kesempatan bagi hati untuk bisa rileks sepenuhnya, hingga kita semua kembali mampu merasakan spektrum perasaan dan emosi seluas mungkin—dari mulai tangis hingga tawa, murka hingga haru. Tanpa perlu takut dirusak olehnya. Kita belajar hanya mengamati dan merasakan.

Continue Reading »

Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM - 20 & 27 Januari 2009

istock_000005213985xsmall2

Sering sekali dalam meresponi begitu banyak pertanyaan, tantangan dan permasalahan, berdasarkan ilmu penyembuhan holistik, saya hanya memberikan SATU solusi sederhana.

Solusi sederhana tersebut adalah BERNAPAS dengan sengaja, penuh rasa dan kesadaran.

Sebenarnya apa makna, manfaat dan teknik bernapas yang dimaksudkan, dan bagaimana kita bisa menggunakan napas untuk memaksimalkan kesehatan tubuh dan ketenteraman pikiran kita?
Continue Reading »

« Newer Posts - Older Posts »