<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Self Healing - Reza Gunawan &#187; General</title>
	<atom:link href="http://www.rezagunawan.com/category/general/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rezagunawan.com</link>
	<description>memelihara ketenteraman dan kesehatan seutuhnya, dengan                       melatih kesadaran diri, agar hidup semakin ringan, ikhlas, dan selaras.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 05:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Resolusi Awal Tahun, Perlukah?</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/</link>
		<comments>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 05:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[
Tiada ucapan selamat tahun baru yang lengkap tanpa meninjau apa yang kita sebut sebagai resolusi awal tahun. Rasanya sudah tidak asing lagi kebiasaan awal tahun di mana kita diajak membulatkan niat, menanam suatu cita-cita, dan menancapkan tekad untuk mencapai suatu perubahan.
Seorang teman pernah bilang, bahwa baginya resolusi awal tahun adalah proses menggodok semangat juang dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-385" title="New Year's Resolutions" src="http://www.rezagunawan.com/wp-content/uploads/2009/12/istock_000004424431xsmall.jpg" alt="New Year's Resolutions" width="425" height="282" /></p>
<p>Tiada ucapan selamat tahun baru yang lengkap tanpa meninjau apa yang kita sebut sebagai resolusi awal tahun. Rasanya sudah tidak asing lagi kebiasaan awal tahun di mana kita diajak membulatkan niat, menanam suatu cita-cita, dan menancapkan tekad untuk mencapai suatu perubahan.</p>
<p>Seorang teman pernah bilang, bahwa baginya resolusi awal tahun adalah proses menggodok semangat juang dalam hidup, supaya dia bisa mengukur kemajuan dan prestasinya dari tahun ke tahun. Teman yang lain berkata, resolusi awal tahun itu hanya sumber stres, karena menurutnya dari sekian banyak keinginan yang tercantum, lebih banyak yang tidak tercapai daripada yang terwujud.</p>
<p>Baris demi baris target dirumuskan, dari mulai janji untuk mulai berolahraga secara rutin, berhenti merokok, mulai memperhatikan pola dan asupan gizi yang lebih sehat, mengurangi konsumsi kafein, dsb. Ada juga yang bertarget tentang hubungan cintanya &#8211; baik sudah punya pasangan maupun tidak &#8211; yang penting tahun ini bisa menikah. Atau barangkali kita menetapkan resolusi yang berkaitan dengan karier, rezeki dan kesuksesan kita.</p>
<p>Jadi apa saja resolusi awal tahun Anda?</p>
<h3><span id="more-379"></span>Ketidakpastian, Perubahan &amp; Pilihan</h3>
<p>Mari kita lihat rutinitas yang biasa terjadi di perbatasan antara akhir tahun dan awal tahun. Pertama, tidak ada resolusi awal tahun yang afdol tanpa refleksi akhir tahun.Pada penghujung tahun, kita menengok resolusi yang telah dibuat pada tahun sebelumnya. Kita tepuk bahu kita sendiri atas niatan yang telah tercapai, dan kita pindahkan semua niatan yang belum tercapai sebagai kandidat penghuni daftar resolusi tahun selanjutnya.</p>
<p>Saya sendiri, terus terang, jarang tergerak untuk menyusun resolusi awal tahun, saya lebih senang menjalani hidup ini langkah demi langkah. Mengapa begitu? Saya berusaha melihat kembali setiap momen ketika saya membuat rencana, dan sering sekali rencana tersebut tidak terjadi sesuai dengan apa yang kita prediksikan sebelumnya.</p>
<p>Hidup ini memang sarat dengan perubahan dan ketidakpastian. Terkadang target dipasang supaya keinginan kita punya &#8220;bahan bakar&#8221; untuk tumbuh, bergerak dan berkembang, namun di tengah bersemangatnya kita mengejar keinginan, tanpa sadar dalam hati terselip rasa &#8220;keharusan&#8221; yang memaksa. Ini acapkali menjadi sumber stres yang tidak perlu.</p>
<p>Tidak bisa disangkal, kita memang butuh semangat hidup. Tanpa itu, hidup bisa terasa hambar. Namun semangat hidup yang terjangkit &#8220;harusitis&#8221; &#8211; radang serba harus ini dan itu &#8211; berpotensi menjepit hati, dan akhirnya merampas kemampuan kita untuk menikmati hidup momen demi momen, serta membuat kita lebih mudah untuk lupa bersyukur atas hal-hal yang sederhana namun indah dalam hidup kita.</p>
<h3>Menyentuh Energi Kreatif Tak Terbatas Dalam Diri</h3>
<p>Bagi saya, meluangkan waktu hening dan merenungkan bagaimana kita mengelola energi kreatif dalam hidup, lebih bermanfaat ketimbang sekadar mencantumkan setiap keinginan dalam &#8220;daftar belanja&#8221; awal tahun.</p>
<p>Ada yang mengatakan bahwa potensi kreativitas manusia itu tak terbatas. Sebagian menjelaskan dengan mengatakan bahwa baru 2% dari otak kita yang sudah terpakai secara optimal. Sebagian lagi menyatakan bahwa karena kita adalah bagian dari ciptaan Ilahi, sumber mahakreatif yang mampu menciptakan dan mewujudkan segalanya. Manapun yang benar, agaknya alam berusaha berpesan bahwa kita punya potensi ‘mencipta&#8217; yang luar biasa, termasuk untuk mewujudkan segala hal yang kita inginkan dalam hidup.</p>
<p>Lalu bagaimana caranya agar potensi mencipta ini bisa terwujud menjadi kenyataan? Salah satunya adalah dengan menarik garis batasan yang akan memberikan fokus dan kesempatan agar potensi menjadi nyata.</p>
<p>Contoh, setiap penulis punya segudang ide kreatif untuk menghasilkan karyanya. Namun seringkali tanpa kehadiran garis batasan yang namanya ‘deadline&#8217;, kemahakreativan tersebut sulit sekali dilahirkan dalam bentuk kata-kata. Inilah kekuatan agung dari garis batasan.</p>
<p>Di sinilah saya melihat manfaatnya resolusi awal tahun. Garis batasan di awal dan akhir tahun, memberikan kita semua ‘rahim ruang dan waktu&#8217; untuk mencipta, berkarya dan mewujudkan potensi diri seutuhnya.</p>
<h3>Niat: Penjara vs Kesempatan Bertumbuh</h3>
<p>Gunakan target, dan batas waktu sebagai sarana untuk tumbuh dan berkembang, dan perhatikan dengan saksama agar hal tersebut justru jangan menjadi &#8220;penjara serba harus&#8221;. Bagaimana caranya?</p>
<ul>
<li>Pertama, untuk mencegah stres karena terlalu banyak cita-cita dan keinginan, bagaimana kalau kita belajar untuk membatasi berbagai batasan yang kita buat sendiri? <em>Know when to limit your limits</em>. Jangan jadikan diri Anda sebagai tahanan dalam penjara keinginan yang dibuat sendiri.</li>
</ul>
<ul>
<li>Kedua, untuk mengimbangi semangat hidup dengan kebijaksanaan, belajarlah untuk juga menyambut terbuka sifat kehidupan yang serba tidak pasti dan senantiasa berubah. Buka hati untuk hadir penuh perhatian di ‘sinikini&#8217; &#8211; here and now. Meskipun Anda bisa saja membuat rencana untuk 5 tahun ke depan, kenyataannya rencana tersebut hanya dapat dilakukan, dicapai, dan dinikmati hanya di momen ini. Sekarang juga.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ketiga, tidak ada salahnya kita mengingatkan diri untuk bersyukur akan hal-hal yang indah namun sederhana dalam hidup. Nikmatnya seteguk air putih, nyamannya bernapas, serta tulusnya senyum, merupakan harta yang bisa kita petik setiap hari, setiap saat.</li>
</ul>
<ul>
<li>Dan akhirnya, ikhlaskan segala kemungkinan terbaik dan terburuk, agar Anda tidak nafsu menang dan takut kalah. Menang dan kalah, berhasil dan gagal, merupakan persepsi yang sangat relatif. Apalagi kalau kita ingat bahwa setiap jiwa kita bertumbuh dan semakin kuat, biasanya justru dari pengalaman-pengalaman yang kita tuding sebagai kekalahan dan kegagalan.</li>
</ul>
<p>Pada awal tahun ini, saya mengajak Anda untuk ‘bermain&#8217; dalam hidup. <em>Have fun in your life, instead of letting your life make fun of you. </em></p>
<p>Dalam setiap tahun yang baru, kita semua dihadiahi 31.536.000 detik baru. Mari kita cintai sepenuh hati setiap detik tersebut, setiap momen, apa adanya.</p>
<p><em>Published, Eve Magazine, Januari 2008.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyembuhan Trauma &amp; Rasa Takut Paska Bencana Dengan TAT</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/10/penyembuhan-trauma-rasa-takut-paska-bencana-dengan-tat/</link>
		<comments>http://www.rezagunawan.com/2009/10/penyembuhan-trauma-rasa-takut-paska-bencana-dengan-tat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 05:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[
Disclaimer:
Prosedur penyembuhan diri sendiri yang dijelaskan dalam tulisan ini adalah untuk mengurangi rasa stres, takut dan masalah mental emosional lainnya. Ini tidak ditujukan sebagai terapi penyakit tertentu, baik fisik maupun mental, atau sebagai pengganti terapi medis atau psikologis profesional.
APA ITU TAT (TAPAS ACUPRESSURE TECHNIQUE)?
TAT (Tapas Acupressure Technique) adalah proses yang mudah untuk mengakhiri stres, trauma, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-350" title="istock_000001558120xsmall" src="http://www.rezagunawan.com/wp-content/uploads/2009/10/istock_000001558120xsmall.jpg" alt="istock_000001558120xsmall" width="425" height="282" /></p>
<p><em>Disclaimer:<br />
Prosedur penyembuhan diri sendiri yang dijelaskan dalam tulisan ini adalah untuk mengurangi rasa stres, takut dan masalah mental emosional lainnya. Ini tidak ditujukan sebagai terapi penyakit tertentu, baik fisik maupun mental, atau sebagai pengganti terapi medis atau psikologis profesional.</em></p>
<h3>APA ITU TAT (TAPAS ACUPRESSURE TECHNIQUE)?</h3>
<p>TAT (Tapas Acupressure Technique) adalah proses yang mudah untuk mengakhiri stres, trauma, rasa takut (fobia), rasa menderita &amp; untuk menciptakan rasa bahagia.<br />
TAT adalah teknik yang baru, sederhana dan efektif untuk menciptakan rasa damai, rileks, dan sehat dalam waktu yang singkat. TAT merupakan salah satu bentuk terapi dalam kelompok ilmu Energy Psychology yang sedang berkembang pesat.</p>
<p>Teknik ini dilakukan dengan menyentuh ringan beberapa titik akupunktur di kepala(Posisi TAT), sambil mengarahkan perhatian Anda pada masalah yang ingin diatasi (7 Langkah Penyembuhan TAT). Menyentuh titik-titik ini dengan ringan akan memberikan efek pudarnya trauma, sehingga pikiran dan perasaan hati yang negatif pun berkurang, terutama setelah mengalami peristiwa yang traumatis.</p>
<h3>BAGAIMANA TAT BISA MEMBANTU SITUASI BENCANA?</h3>
<p>Ada banyak aspek tentang TAT yang menjadikannya ideal untuk membantu kondisi bencana alam. Pertama, TAT sangat mudah dipelajari, dan selalu menggunakan titik akupuntur yang sama di kepala. Dalam kondisi dimana sumber daya serta tenaga bantuan terbatas, proses penyembuhan bisa segera dimulai. Selain itu, TAT bisa digunakan untuk sekelompok orang, sehingga membantu pemulihan jauh lebih cepat dibanding proses penyembuhan yang dilakukan terhadap satu individu saja.</p>
<p>Aspek penting lain juga adalah TAT tidak mengharuskan orang untuk mengalami kembali atau menjalani ulang peristiwa traumanya. Bahkan TAT tidak terlalu banyak menggunakan bahasa / percakapan dibanding dengan bentuk terapi lainnya, dan memungkinkan individu untuk memfokuskan perhatiannya pada masalah sesuai dengan persepsi mereka sendiri, tanpa harus menceritakannya atau mengungkapkannya dengan kata-kata.</p>
<p>Dalam situasi seperti bencana, dimana seringkali kita merasa kehilangan kendali atas aspek hidup kita, TAT dapat sangat bermanfaat. Dengan TAT, seseorang bisa melakukan proses penyembuhannya sendiri, dan sekarang memiliki &#8220;perangkat&#8221; yang dapat digunakan kapan saja. Ini sangat membantu orang untuk menyadari bahwa mereka adalah pihak yang &#8220;selamat&#8221; dan bukan &#8220;korban&#8221;.</p>
<p>TAT juga melepaskan dan menyembuhkan trauma masa lalu yang tersimpan di bawah sadar dan berkaitan dengan situasi krisis saat kini. Memori trauma punya kecenderungan untuk berkumpul dan terakumulasi, sehingga mempengaruhi individu maupun masyarakat sekitar secara keseluruhan. TAT juga efektif untuk mencegah terjadinya trauma sekunder pada para relawan/tenaga lapangan yang berinteraksi dengan para korban.</p>
<p>Yang lebih penting lagi, TAT tidak hanya berguna bagi korban langsung bencana saja, namun juga bisa digunakan bagi mereka yang bukan korban langsung, namun terpengaruh secara negatif akibat bencana itu.  Para relawan yang turun ke lapangan, maupun masyarakat yang menyaksikan berbagai pemberitaan bencana, seringkali mengalami dampak negatif yang tidak diinginkan juga dari bencana tersebut.  Berbagai ketakutan, kegelisahan, dan segala stres lainnya bisa sangat terbantu oleh TAT.</p>
<p>Kami menyarankan agar setiap orang mempelajari teknik TAT sebelum mengalami bencana secara langsung.  Meski kita tidak mengharapkan adanya bencana lebih lanjut, namun sangat baik bilamana kita sudah menguasai proses pemulihan psikologis jauh sebelumnya, sehingga tahu apa yang perlu dilakukan bila kebutuhan tersebut muncul.</p>
<h3><span id="more-343"></span>SIAPA YANG BISA DITOLONG DENGAN PROSES TAT?</h3>
<p>TAT dapat digunakan sebagai proses untuk (1) menolong diri sendiri , (2) menolong orang lain secara individu, dan (3) menolong orang lain secara berkelompok dengan seorang fasilitator TAT. Ketika individu tidak dapat menyentuh titik TATnya, mungkin karena cedera atau alasan lain, maka orang lain dapat menyentuh titik TAT untuk individu tersebut, dan hasilnya pun tetap bisa efektif.</p>
<h3>APAKAH TAT SUDAH BERMANFAAT UNTUK BENCANA DI NEGARA LAIN?</h3>
<p>Ya. Ignacio Jarero, pendiri dan presiden dari Asosiasi Terapi Krisis di Meksiko dan Amerika Latin, mengatakan bahwa begitu banyak anak kecil maupun orang dewasa yang mengalami pengurangan signifikan atas gejala stres paska trauma, di akhir proses TAT.</p>
<p>TAT juga merupakan teknik favorit tim terapi lapangan untuk mengurangi stres karena sangat mudah untuk dilakukan dan diajarkan ke orang lain. TAT juga bahkan digunakan oleh anggota tim krisis untuk mengatasi stres dan ketegangan yang mereka alami akibat interaksi langsung dengan para korban.</p>
<p>Asosiasi Terapi Krisis Meksiko juga telah memakai TAT untuk sekitar 1,652 anak-anak setelah bencana banjir di Meksiko, banjir dan longsor di Nikaragua, bencana gempa di Kolombia, dan banjir longsor di Venezuela. TAT juga digunakan waktu bencana Tsunami di Aceh maupun Sri Lanka.</p>
<p>Green Cross, organisasi kemanusiaan yang bersifat serupa dengan Red Cross (Palang Merah), namun lebih fokus pada penyembuhan psikologis akibat trauma, telah berupaya untuk meningkatkan jumlah tenaga ahlinya yang terlatih dengan metode Energy Psychology. Energy Psychology juga semakin banyak digunakan oleh ahli konseling yang dikirim oleh Green Cross ke daerah-daerah bencana.</p>
<p>Psikolog Charles Figley, Ph.D., pendiri Green Cross pada tahun 1995 dan juga tokoh ternama dalam bidang terapi trauma, mengatakan &#8220;Energy Psychology semakin terbukti sebagai salah satu intervensi psikologis yang terampuh bagi para tenaga ahli yang membantu korban bencana, maupun bagi tenaga ahli itu sendiri.&#8221;</p>
<p>Di Indonesia sendiri, TAT digunakan secara intensif pertama kali saat bencana gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006.  Selanjutnya TAT terus berkembang dan dipakai juga saat bencana Situ Gintung, serta pemulihan psikologis saat bom Marriott kedua.</p>
<h3>TAT UNTUK STRES DAN MASALAH UMUM</h3>
<p>Bentuk penggunaan TAT yang paling mendasar dan sederhana, adalah cukup lakukan Posisi TAT dan amati masalah Anda. Sadari segala pikiran, perasaan, dan sensasi fisik yang datang dan pergi, dan izinkan diri Anda untuk mengamatinya dengan damai. Ketika Anda sudah selesai atau merasakan suatu perubahan, lepaskan tangan Anda dan sadari apa yang Anda rasakan setelah proses tersebut.<br />
Ulangi seperlunya hingga masalahnya tidak lagi mengganggu Anda, atau hingga Anda bisa rileks meskipun mengingat masalah tersebut.</p>
<h3>BAGAIMANA MELAKUKAN POSISI TAT</h3>
<p>Dengan salah satu tangan, sentuhkan dengan ringan ujung ibu jari Anda pada sudut dalam salah satu mata Anda. Dengan ujung jari manis dari tangan yang sama, sentuhkan dengan ringan pada sudut dalam mata yang lain. Titik tersebut ada di ujung dalam mata dan naik ke atas sekitar 3 mm dari ujung mata dalam tersebut.</p>
<p>Sentuhkan dengan ringan dengan tangan yang sama, ujung jari tengah Anda di titik yang berada di antara kedua alis dan naik ke atas kurang lebih 1 cm.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-345" title="tatpoints" src="http://www.rezagunawan.com/wp-content/uploads/2009/10/tatpoints.jpg" alt="tatpoints" width="281" height="125" /></p>
<p>Sekarang letakkan tangan yang masih bebas di belakang kepala Anda, dengan telapak tangan menyentuh belakang kepala hingga ibu jari Anda di batas rambut belakang Anda. Telapak tangan ini menopang dasar tengkorak kepala Anda. Bila Anda menyentuh titik TAT untuk orang lain, lokasi tangan masih sama, namun jari kelingking Anda yang menyentuh batas rambut belakang. Kedua tangan disentuhkan dengan ringan, tidak ada tekanan sama sekali.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-346" title="tatposefront" src="http://www.rezagunawan.com/wp-content/uploads/2009/10/tatposefront.jpg" alt="tatposefront" width="143" height="104" /><img class="alignnone size-full wp-image-349" title="tatposeback2" src="http://www.rezagunawan.com/wp-content/uploads/2009/10/tatposeback2.jpg" alt="tatposeback2" width="138" height="102" /></p>
<p>Untuk anak dibawah usia 11 tahun, tangan yang di depan kepala diubah menjadi seluruh telapak diletakkan di kening depan dan menutup setengah mata bagian atas. Bagi bayi, orang yang parah kondisi penyakitnya, atau tidak nyaman disentuh, posisi TATnya sama hanya tangan dijarakkan sekitar 3 &#8211; 5 cm dari kepala pasien.</p>
<p>Setiap Langkah TAT biasanya sekitar 1 menit atau hingga Anda merasa sudah selesai. Rasa sudah selesai bisa berupa (1) menghela nafas lega secara spontan, (2) rasa tidak lagi tercengkeram oleh masalah yang diatasi, (3) perhatian yang beralih ke hal lain, (4) sensasi energi yang lepas/bebas, atau (5) sekedar suatu rasa bahwa proses Anda selesai. Bagi anak-anak, ini bisa selesai dalam beberapa detik saja.</p>
<p>Jarang sekali, perasaan hati Anda yang negatif menjadi lebih kuat ketika Anda melakukan TAT. Jika ini terjadi, tetaplah lakukan Posisi TAT dan bimbing perhatian Anda ke Langkah TAT terakhir yang baru saja Anda lakukan sebelumnya. Dengan mengikuti instruksi ini, perasaan hati tersebut biasanya berubah menjadi rasa damai dalam waktu kurang lebih 1 menit. Jika Anda tidak juga tentram setelah 1 menit, mintalah bantuan terapis kesehatan mental yang profesional.</p>
<p>Anda boleh lepaskan &amp; istirahatkan kedua lengan Anda kapan saja &#8211; baik di dalam Langkah TAT tertentu maupun diantara Langkah TAT. Mata boleh dipejamkan atau terbuka. Anda boleh menggunakan tangan yang manapun di depan kepala, atau bergantian antar Langkah TAT. Lakukan TAT dengan maksimal 45 menit setiap hari. 45 menit tersebut dihitung berdasarkan waktu dimana Anda berada dalam posisi TAT. Minumlah 6-8 gelas air putih dalam hari ketika Anda melakukan TAT.</p>
<h3>7 LANGKAH TAT UNTUK PENYEMBUHAN DAMPAK BENCANA</h3>
<p>Gunakan 7 Langkah TAT berikut ini yang dirancang untuk penyembuhan dampak bencana. Jika ada Langkah yang tidak sesuai dengan apa yang Anda butuhkan, kami sarankan untuk tetap lakukan Posisi TAT sambil berdoa bagi mereka yang mungkin membutuhkan Langkah tersebut, agar mencapai hasil yang paling baik.</p>
<p><strong>LANGKAH 1: Berdoa / Berniat bahwa semua orang yang terkait dengan masalah ini dapat mencapai penyembuhan yang terbaik. </strong></p>
<ul>
<li>Lakukan Posisi TAT, dan dalam hati Anda berdoalah / berniatlah bagi semua orang yang membutuhkan penyembuhan dari situasi saat ini. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1 menit.</li>
</ul>
<p><strong>LANGKAH 2: Dalam hati Anda, berbicaralah dengan mereka yang telah meninggal dunia akibat bencana ini, seolah-olah seandainya Anda dapat melakukan percakapan dengan mereka pada saat ini.</strong></p>
<ul>
<li>Lakukan Posisi TAT, dan dalam hati Anda bayangkan Anda melakukan percakapan dengan orang yang Anda kenal yang telah meninggal dunia akibat bencana ini. Sampaikan apapun yang perlu Anda sampaikan ke mereka, dan dengarkan apapun yang mereka sampaikan kepada Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit</li>
</ul>
<p><strong>LANGKAH 3: Dalam hati Anda, berbicaralah dengan Tuhan, seolah-olah Anda dapat bercakap-cakap dengan Tuhan pada saat ini</strong></p>
<ul>
<li>Lakukan Posisi TAT, dan dalam hati Anda lakukan percakapan dengan Tuhan saat ini. Sampaikan apapun yang perlu Anda sampaikan kepada Tuhan, dan dengarkan apapun yang Tuhan sampaikan kepada Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit.</li>
</ul>
<p><strong>LANGKAH 4: Ini sudah Terjadi, sudah Berlalu, saya Selamat, dan sekarang saya boleh Rileks</strong></p>
<ul>
<li>Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah 1-2 menit.</li>
</ul>
<p><strong>LANGKAH 5: Semua Tempat dalam Hidup saya, Pikiran saya, Hati Saya dan Tubuh Saya, yang terkait dengan masalah ini sekarang disembuhkan</strong></p>
<ul>
<li>Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit. Anda tidak harus tahu persis dimana saja tempat yang perlu penyembuhan, cukup dengan niat saja sudah cukup untuk penyembuhan ini.</li>
</ul>
<p><strong>LANGKAH 6: Saya maafkan semua yang saya salahkan atas peristiwa ini, termasuk diri sendiri maupun Tuhan</strong></p>
<ul>
<li>Terkadang kita tidak menyadari mungkin kita telah menyalahkan orang lain, diri sendiri dan bahkan terkadang Tuhan atas peristiwa yang terjadi. Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit.</li>
</ul>
<p><strong>LANGKAH</strong><strong> 7: Visualisasikan diri Anda bersama-sama mereka yang masih hidup bersama Anda, menyatukan rasa &amp; hati, bersyukur atas kehidupan.</strong></p>
<ul>
<li>Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Betapapun sulitnya situasi saat ini, sadari diri Anda dalam kebersamaan dengan orang-orang yang dekat dan masih bersama di hidup Anda. Luangkan sejenak untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas penyembuhan yang telah Anda alami. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit.</li>
</ul>
<p>Jika Anda merasa kurang nyaman, baik diantara Langkah TAT atau setelah seluruh Langkah dilakukan, maka lakukan Posisi TAT sambil memperhatikan pikiran, perasaan atau sensasi fisik apapun yang kurang nyaman bagi Anda, hingga Anda merasa lebih nyaman dan lega, lalu lanjutkan Langkah TAT bila belum selesai.</p>
<p>Langkah TAT tambahan yang juga bisa dilakukan bila perlu:<br />
Langkah 1: &#8220;Ini adalah kesalahan saya&#8221;<br />
Langkah 2: &#8220;Ini bukan kesalahan saya&#8221;<br />
Langkah 1: &#8220;Saya sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk mencegah hal ini&#8221;<br />
Langkah 2: &#8220;Tidak benar bahwa saya bisa mencegah hal ini&#8221;</p>
<p>Setelah seluruh proses selesai, mohon berbagilah apa yang Anda alami dalam proses ini kepada orang lain.</p>
<p>TAT adalah pengalaman yang lembut penuh kasih sayang, yang membawa hasil yang dalam, bermakna dan permanen. TAT adalah salah satu alat ideal yang dapat dimanfaatkan pada situasi saat ini karena cepat, praktis, efektif dan sederhana.</p>
<h3>INFORMASI &amp; DUKUNGAN LEBIH LANJUT</h3>
<p>Anda boleh membagikan tulisan ini secara gratis kepada mereka yang membutuhkan. Anda dapat meminta dokumen ini atau mengajukan pertanyaan tentang cara melakukan proses ini via email ke info@truenaturehealing.net. Kami juga melakukan Pelatihan Sehari untuk mereka yang ingin memanfaatkan proses ini langsung di lapangan / daerah bencana. Marilah satukan hati, doa dan upaya kita untuk membantu sesama untuk bangkit dan hidup dalam damai.</p>
<p>Tapas Fleming, adalah pencipta teknik TAT, dia adalah seorang pelopor dalam bidang Energy Psychology yang saat ini berkembang pesat. Hingga saat ini, Tapas mengajarkan TAT di berbagai negara, dan juga melakukan praktek klinis di California Selatan. Latar belakangnya mencakup berbagai studi dan meditasi yang terfokus pada aspek emosi dan spiritual dalam seni penyembuhan. Dia juga secara formal mempelajari TCM / Pengobatan Tradisional Cina, dan memegang izin praktek akupunktur. Website TATLife yang dimilikinya memberikan instruksi gratis tentang bagaimana melakukan TAT.<br />
Website: www.tatlife.com</p>
<p>Reza Gunawan adalah Praktisi Penyembuhan Holistik di Jakarta, Indonesia. Pesan utamanya adalah &#8220;Kita adalah Penyembuh Terbaik bagi Diri Sendiri&#8221; sebagaimana terlihat dalam upayanya dalam membantu orang lain menyembuhkan diri mereka sendiri, baik dalam praktek klinis maupun berbagai pelatihan penyembuhan yang dilakukannya. Energy Psychology adalah salah satu komponen penyembuhan utama yang dipeloporinya, termasuk TAT (Tapas Acupressure Technique), EFT (Emotional Freedom Technique) dan BIT (Bodymind Integration Therapies).<br />
Website: www.truenaturehealing.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rezagunawan.com/2009/10/penyembuhan-trauma-rasa-takut-paska-bencana-dengan-tat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Halo!</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/hello-world-2/</link>
		<comments>http://www.rezagunawan.com/2009/01/hello-world-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 05:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Reza Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di blog Self Healing bersama Reza Gunawan.

Blog ini ditujukan bagi mereka yang mencintai hidup yang alami, jernih dan selaras.  Melalui perenungan, pengalaman dan serangkaian ketrampilan praktis, kita semua bisa memelihara kesehatan dan keselarasan tubuh, pikiran, rasa dan jiwa.
Dalam berbagai forum talkshow serta workshop, Reza akan berbagi pengalamannya seputar kesehatan holistik, dan bagaimana prinsip-prinsip [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat datang di blog Self Healing bersama Reza Gunawan.</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-26" title="Profil Reza" src="http://selfhealingrezagunawan.files.wordpress.com/2009/01/rezaprofil2009.jpg?w=300" alt="Profil Reza" width="300" height="300" /></p>
<p>Blog ini ditujukan bagi mereka yang mencintai hidup yang alami, jernih dan selaras.  Melalui perenungan, pengalaman dan serangkaian ketrampilan praktis, kita semua bisa memelihara kesehatan dan keselarasan tubuh, pikiran, rasa dan jiwa.</p>
<p>Dalam berbagai forum talkshow serta workshop, Reza akan berbagi pengalamannya seputar kesehatan holistik, dan bagaimana prinsip-prinsip kesadaran diri bisa dimanfaatkan dalam keseharian kita.</p>
<p>Prinsipnya adalah bagaimana kita bisa memelihara ketenteraman dan kesehatan seutuhnya dengan cara melatih kesadaran diri, agar hidup semakin ringan, ikhlas dan selaras.</p>
<p>Sebagai penikmat blog ini, Anda dipersilakan membaca berbagai episode talkshow radio maupun televisi tentang Self Healing, serta berkomentar dan berdiskusi dengan Reza dan pengunjung lainnya.  Bahkan Anda pun boleh mengusulkan topik yang ingin dibahas dalam kegiatan talkshow Reza di radio dan TV.</p>
<p>Di blog ini Anda pun boleh menyimak informasi mengenai berbagai kegiatan seminar, pelatihan dan workshop yang diadakan Reza beserta timnya, sehingga Anda tidak saja mendengar teori, namun berkesempatan untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Untuk konsultasi, terapi individual serta pelatihan lainnya, sempatkan untuk mampir ke <a title="True Nature website" href="http://truenaturehealing.net" target="_blank">website True Nature</a>.</p>
<p>Selamat mengarungi semesta di dalam diri, dan menghayati hidup seutuhnya.</p>
<p>Terimakasih dan salam penyembuhan,</p>
<p>Reza Gunawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rezagunawan.com/2009/01/hello-world-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
