<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Resolusi Awal Tahun, Perlukah?</title>
	<atom:link href="http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/</link>
	<description>memelihara ketenteraman dan kesehatan seutuhnya, dengan                       melatih kesadaran diri, agar hidup semakin ringan, ikhlas, dan selaras.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 16:12:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: widia</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-452</link>
		<dc:creator>widia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 02:22:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-452</guid>
		<description>Meski telat sekali, karena baru kali ini saya baca webnya mas reza.. bukan berarti saya tidak pernah mendengar tentang mas loh. saya coba ikut coment ya. Sudah lama saya tidak membuat resolusi... menarik juga diingatkan kembali.. buat saya resolusi juga dapat untuk mengingatkan kita masih diberi kesempatan hidup dan menikmati semua, senang maupun susah. Namun buat saya resolusi tidak selalu dilakukan secara normal dalam arti awal tahun, bisa juga karena adanya suatu moment yang luar biasa dan jadikan itu sebagai titik awal dan akhir dari rentang waktu yang ingin kita pakai untuk mengevaluasi diri, dan yang lebih penting mensyukuri diri akan anugrah hidup yang Tuhan beri. Terima kasih untuk tulisan Mas Reza.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Meski telat sekali, karena baru kali ini saya baca webnya mas reza.. bukan berarti saya tidak pernah mendengar tentang mas loh. saya coba ikut coment ya. Sudah lama saya tidak membuat resolusi&#8230; menarik juga diingatkan kembali.. buat saya resolusi juga dapat untuk mengingatkan kita masih diberi kesempatan hidup dan menikmati semua, senang maupun susah. Namun buat saya resolusi tidak selalu dilakukan secara normal dalam arti awal tahun, bisa juga karena adanya suatu moment yang luar biasa dan jadikan itu sebagai titik awal dan akhir dari rentang waktu yang ingin kita pakai untuk mengevaluasi diri, dan yang lebih penting mensyukuri diri akan anugrah hidup yang Tuhan beri. Terima kasih untuk tulisan Mas Reza.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: v3</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-427</link>
		<dc:creator>v3</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 14:05:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-427</guid>
		<description>kayanya coment&#039;a telat tp berhubung bau nemu webnya mas reza.. menurut v3,sutuju sama mas reza.klo kita menargetkan sesuatu tapi jika ujungnya ga terwujud semua hanya sakit hati dan kesedihan yang terasa malah ujung&quot; kita jd menghakimi diri sendiri.... kalo kata aku kita ikutin arus yang ada tp &#039;ga ngoyo juga klo bahasa kerennya sih go with the flow aza.. oh ia mas kok ga da facebook&#039;a and ga pernah tayang di ochanel lagi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kayanya coment&#8217;a telat tp berhubung bau nemu webnya mas reza.. menurut v3,sutuju sama mas reza.klo kita menargetkan sesuatu tapi jika ujungnya ga terwujud semua hanya sakit hati dan kesedihan yang terasa malah ujung&#8221; kita jd menghakimi diri sendiri&#8230;. kalo kata aku kita ikutin arus yang ada tp &#8216;ga ngoyo juga klo bahasa kerennya sih go with the flow aza.. oh ia mas kok ga da facebook&#8217;a and ga pernah tayang di ochanel lagi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nasrul</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-340</link>
		<dc:creator>nasrul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 15:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-340</guid>
		<description>mas reza, boleh gak tulisan ini saya muat di buletin rutin yayasan yang saya kelola...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas reza, boleh gak tulisan ini saya muat di buletin rutin yayasan yang saya kelola&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ester</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-338</link>
		<dc:creator>ester</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 05:01:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-338</guid>
		<description>thx buat tulisan ini. setelah baca merasa lega tapi klo uda menghadapi kenyataan mento k lagi, mentok lagi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>thx buat tulisan ini. setelah baca merasa lega tapi klo uda menghadapi kenyataan mento k lagi, mentok lagi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: L</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-333</link>
		<dc:creator>L</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 14:53:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-333</guid>
		<description>Di akhir bulan Desember 2009 pun saya sempat flashback serta terpikir apa-apa saja yang saya inginkan di 2010. Cukup lama saya merenang-renung, tiba2 saya teringat masa kecil saya ketika usia saya kisaran anak TK-SD.
Teringat ketika itu saya belum mengenal istilah resolusi, belum tahu apa itu rencana masa depan, tidak cemas akan tuntutan-tuntutan, tidak pusing ini itu, yang saya tahu hanyalah menikmati setiap momen yg terjadi. Yang masih bisa saya rasakan sebagai saya yang masih kecil itu, saya sanggup mengerjakan sesuatu dgn sepenuh hati, maksimal - melukis tanpa beban, mendengar radio tanpa beban, bermain dan bercerita, bertengkar, tertawa, menangis dsb. 

Saya merasakan kemiripan dgn komentar Mas Reza --ketika semakin banyak target, produktivitas seringkali merosot tajam-- seiring bertambah umur, &#039;tuntutan/target&#039; saya bertambah juga, dalam hal karir dsb., kadang melahirkan kecemasan-kecemasan halus/jelas secara harian yang mungkin perlu diolah dgn bijak - kecemasan yang menggandengkan suatu Niat-yg bisa menjadi penjara/kesempatan tumbuh sprti kata artikel ini.

Teringat masa kanak2 sendiri, sy sempat bertanya apakah saya bisa seperti itu lagi - menikmati kekinian dengan pikiran yang tidak melulu terbang ke masa lalu/masa depan.. Bisa menikmati apa adanya, menghargai saat ini, momen ke momen..  Kalau bisa, bagaimana caranya?
Kebetulan saya iseng membuka blog ini dan update terbaru ini cukup membantu.. TQ Mas :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di akhir bulan Desember 2009 pun saya sempat flashback serta terpikir apa-apa saja yang saya inginkan di 2010. Cukup lama saya merenang-renung, tiba2 saya teringat masa kecil saya ketika usia saya kisaran anak TK-SD.<br />
Teringat ketika itu saya belum mengenal istilah resolusi, belum tahu apa itu rencana masa depan, tidak cemas akan tuntutan-tuntutan, tidak pusing ini itu, yang saya tahu hanyalah menikmati setiap momen yg terjadi. Yang masih bisa saya rasakan sebagai saya yang masih kecil itu, saya sanggup mengerjakan sesuatu dgn sepenuh hati, maksimal &#8211; melukis tanpa beban, mendengar radio tanpa beban, bermain dan bercerita, bertengkar, tertawa, menangis dsb. </p>
<p>Saya merasakan kemiripan dgn komentar Mas Reza &#8211;ketika semakin banyak target, produktivitas seringkali merosot tajam&#8211; seiring bertambah umur, &#8216;tuntutan/target&#8217; saya bertambah juga, dalam hal karir dsb., kadang melahirkan kecemasan-kecemasan halus/jelas secara harian yang mungkin perlu diolah dgn bijak &#8211; kecemasan yang menggandengkan suatu Niat-yg bisa menjadi penjara/kesempatan tumbuh sprti kata artikel ini.</p>
<p>Teringat masa kanak2 sendiri, sy sempat bertanya apakah saya bisa seperti itu lagi &#8211; menikmati kekinian dengan pikiran yang tidak melulu terbang ke masa lalu/masa depan.. Bisa menikmati apa adanya, menghargai saat ini, momen ke momen..  Kalau bisa, bagaimana caranya?<br />
Kebetulan saya iseng membuka blog ini dan update terbaru ini cukup membantu.. TQ Mas <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JJ</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-330</link>
		<dc:creator>JJ</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 06:59:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-330</guid>
		<description>Saya memulai tahun ini dengan tidak mencanangkan target atau resolusi apa pun. Tepat pukul 11:11 malam, saya memanjatkan sebuah doa dengan niat sederhana untuk bisa menjalani kehidupan yang selaras dan bahagia, dan saya ikhlaskan niat itu segera setelah berdoa.

Bagi saya, niat dan ikhlas adalah dua hal yang sangat esensial untuk memulai sesuatu yang baru, membuat perencanaan untuk menggapai sesuatu yang telah dicanangkan, dan sebagainya. Tidak mudah memang, namun mengetahui dinamika kehidupan yang senantiasa dipenuhi ketidakpastian, rasanya inilah hal paling realistis dan tepat untuk saya lakukan. Setidaknya saat ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memulai tahun ini dengan tidak mencanangkan target atau resolusi apa pun. Tepat pukul 11:11 malam, saya memanjatkan sebuah doa dengan niat sederhana untuk bisa menjalani kehidupan yang selaras dan bahagia, dan saya ikhlaskan niat itu segera setelah berdoa.</p>
<p>Bagi saya, niat dan ikhlas adalah dua hal yang sangat esensial untuk memulai sesuatu yang baru, membuat perencanaan untuk menggapai sesuatu yang telah dicanangkan, dan sebagainya. Tidak mudah memang, namun mengetahui dinamika kehidupan yang senantiasa dipenuhi ketidakpastian, rasanya inilah hal paling realistis dan tepat untuk saya lakukan. Setidaknya saat ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jason Abd</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-329</link>
		<dc:creator>Jason Abd</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 19:47:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-329</guid>
		<description>Hai, Mas Reza. Aku berniat punya resolusi dalam bentuk list sekaligus ketakutan tak bisa mencapainya. Tapi, aku punya satu target yang sudah kubuat dengan deadline Agustus 2010. Untuk yang satu ini aku &#039;harus&#039; mewujudkannya karena sudah sering tertunda. Doakan biar bisa tercapai, Mas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai, Mas Reza. Aku berniat punya resolusi dalam bentuk list sekaligus ketakutan tak bisa mencapainya. Tapi, aku punya satu target yang sudah kubuat dengan deadline Agustus 2010. Untuk yang satu ini aku &#8216;harus&#8217; mewujudkannya karena sudah sering tertunda. Doakan biar bisa tercapai, Mas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Reza Gunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-328</link>
		<dc:creator>Reza Gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 17:31:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-328</guid>
		<description>Dear Vicky,
Membuat atau tidak membuat resolusi adalah pilihan masing-masing orang, tentunya dengan konsekuensi masing-masing.  Di kehidupan pribadi maupun karir saya, saya menemukan bahwa semakin sedikit target, justru saya semakin produktif, dan begitu pula sebaliknya, ketika saya banyak bikin target, produktivitas saya justru merosot tajam.
Silakan ambil perenungan ini untuk memilih yang paling tepat bagi diri Anda ya.  Selamat tahun baru!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Vicky,<br />
Membuat atau tidak membuat resolusi adalah pilihan masing-masing orang, tentunya dengan konsekuensi masing-masing.  Di kehidupan pribadi maupun karir saya, saya menemukan bahwa semakin sedikit target, justru saya semakin produktif, dan begitu pula sebaliknya, ketika saya banyak bikin target, produktivitas saya justru merosot tajam.<br />
Silakan ambil perenungan ini untuk memilih yang paling tepat bagi diri Anda ya.  Selamat tahun baru!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vicky Laurentina</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/12/resolusi-awal-tahun-perlukah/comment-page-1/#comment-327</link>
		<dc:creator>Vicky Laurentina</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 16:07:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.rezagunawan.com/?p=379#comment-327</guid>
		<description>Saya curiga Mas Reza menulis ini sebagai pembelaan karena tidak membuat resolusi, hehehe..

Saya rasa resolusi tidak ada apa-apanya jika tidak dijelaskan targetnya apa, dan apa konsekuensinya jika resolusi itu tidak mencapai target yang dikehendaki.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya curiga Mas Reza menulis ini sebagai pembelaan karena tidak membuat resolusi, hehehe..</p>
<p>Saya rasa resolusi tidak ada apa-apanya jika tidak dijelaskan targetnya apa, dan apa konsekuensinya jika resolusi itu tidak mencapai target yang dikehendaki.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
