Feed on
Posts
Comments

istock_000001558120xsmall

Disclaimer:
Prosedur penyembuhan diri sendiri yang dijelaskan dalam tulisan ini adalah untuk mengurangi rasa stres, takut dan masalah mental emosional lainnya. Ini tidak ditujukan sebagai terapi penyakit tertentu, baik fisik maupun mental, atau sebagai pengganti terapi medis atau psikologis profesional.

APA ITU TAT (TAPAS ACUPRESSURE TECHNIQUE)?

TAT (Tapas Acupressure Technique) adalah proses yang mudah untuk mengakhiri stres, trauma, rasa takut (fobia), rasa menderita & untuk menciptakan rasa bahagia.
TAT adalah teknik yang baru, sederhana dan efektif untuk menciptakan rasa damai, rileks, dan sehat dalam waktu yang singkat. TAT merupakan salah satu bentuk terapi dalam kelompok ilmu Energy Psychology yang sedang berkembang pesat.

Teknik ini dilakukan dengan menyentuh ringan beberapa titik akupunktur di kepala(Posisi TAT), sambil mengarahkan perhatian Anda pada masalah yang ingin diatasi (7 Langkah Penyembuhan TAT). Menyentuh titik-titik ini dengan ringan akan memberikan efek pudarnya trauma, sehingga pikiran dan perasaan hati yang negatif pun berkurang, terutama setelah mengalami peristiwa yang traumatis.

BAGAIMANA TAT BISA MEMBANTU SITUASI BENCANA?

Ada banyak aspek tentang TAT yang menjadikannya ideal untuk membantu kondisi bencana alam. Pertama, TAT sangat mudah dipelajari, dan selalu menggunakan titik akupuntur yang sama di kepala. Dalam kondisi dimana sumber daya serta tenaga bantuan terbatas, proses penyembuhan bisa segera dimulai. Selain itu, TAT bisa digunakan untuk sekelompok orang, sehingga membantu pemulihan jauh lebih cepat dibanding proses penyembuhan yang dilakukan terhadap satu individu saja.

Aspek penting lain juga adalah TAT tidak mengharuskan orang untuk mengalami kembali atau menjalani ulang peristiwa traumanya. Bahkan TAT tidak terlalu banyak menggunakan bahasa / percakapan dibanding dengan bentuk terapi lainnya, dan memungkinkan individu untuk memfokuskan perhatiannya pada masalah sesuai dengan persepsi mereka sendiri, tanpa harus menceritakannya atau mengungkapkannya dengan kata-kata.

Dalam situasi seperti bencana, dimana seringkali kita merasa kehilangan kendali atas aspek hidup kita, TAT dapat sangat bermanfaat. Dengan TAT, seseorang bisa melakukan proses penyembuhannya sendiri, dan sekarang memiliki “perangkat” yang dapat digunakan kapan saja. Ini sangat membantu orang untuk menyadari bahwa mereka adalah pihak yang “selamat” dan bukan “korban”.

TAT juga melepaskan dan menyembuhkan trauma masa lalu yang tersimpan di bawah sadar dan berkaitan dengan situasi krisis saat kini. Memori trauma punya kecenderungan untuk berkumpul dan terakumulasi, sehingga mempengaruhi individu maupun masyarakat sekitar secara keseluruhan. TAT juga efektif untuk mencegah terjadinya trauma sekunder pada para relawan/tenaga lapangan yang berinteraksi dengan para korban.

Yang lebih penting lagi, TAT tidak hanya berguna bagi korban langsung bencana saja, namun juga bisa digunakan bagi mereka yang bukan korban langsung, namun terpengaruh secara negatif akibat bencana itu.  Para relawan yang turun ke lapangan, maupun masyarakat yang menyaksikan berbagai pemberitaan bencana, seringkali mengalami dampak negatif yang tidak diinginkan juga dari bencana tersebut.  Berbagai ketakutan, kegelisahan, dan segala stres lainnya bisa sangat terbantu oleh TAT.

Kami menyarankan agar setiap orang mempelajari teknik TAT sebelum mengalami bencana secara langsung.  Meski kita tidak mengharapkan adanya bencana lebih lanjut, namun sangat baik bilamana kita sudah menguasai proses pemulihan psikologis jauh sebelumnya, sehingga tahu apa yang perlu dilakukan bila kebutuhan tersebut muncul.

SIAPA YANG BISA DITOLONG DENGAN PROSES TAT?

TAT dapat digunakan sebagai proses untuk (1) menolong diri sendiri , (2) menolong orang lain secara individu, dan (3) menolong orang lain secara berkelompok dengan seorang fasilitator TAT. Ketika individu tidak dapat menyentuh titik TATnya, mungkin karena cedera atau alasan lain, maka orang lain dapat menyentuh titik TAT untuk individu tersebut, dan hasilnya pun tetap bisa efektif.

APAKAH TAT SUDAH BERMANFAAT UNTUK BENCANA DI NEGARA LAIN?

Ya. Ignacio Jarero, pendiri dan presiden dari Asosiasi Terapi Krisis di Meksiko dan Amerika Latin, mengatakan bahwa begitu banyak anak kecil maupun orang dewasa yang mengalami pengurangan signifikan atas gejala stres paska trauma, di akhir proses TAT.

TAT juga merupakan teknik favorit tim terapi lapangan untuk mengurangi stres karena sangat mudah untuk dilakukan dan diajarkan ke orang lain. TAT juga bahkan digunakan oleh anggota tim krisis untuk mengatasi stres dan ketegangan yang mereka alami akibat interaksi langsung dengan para korban.

Asosiasi Terapi Krisis Meksiko juga telah memakai TAT untuk sekitar 1,652 anak-anak setelah bencana banjir di Meksiko, banjir dan longsor di Nikaragua, bencana gempa di Kolombia, dan banjir longsor di Venezuela. TAT juga digunakan waktu bencana Tsunami di Aceh maupun Sri Lanka.

Green Cross, organisasi kemanusiaan yang bersifat serupa dengan Red Cross (Palang Merah), namun lebih fokus pada penyembuhan psikologis akibat trauma, telah berupaya untuk meningkatkan jumlah tenaga ahlinya yang terlatih dengan metode Energy Psychology. Energy Psychology juga semakin banyak digunakan oleh ahli konseling yang dikirim oleh Green Cross ke daerah-daerah bencana.

Psikolog Charles Figley, Ph.D., pendiri Green Cross pada tahun 1995 dan juga tokoh ternama dalam bidang terapi trauma, mengatakan “Energy Psychology semakin terbukti sebagai salah satu intervensi psikologis yang terampuh bagi para tenaga ahli yang membantu korban bencana, maupun bagi tenaga ahli itu sendiri.”

Di Indonesia sendiri, TAT digunakan secara intensif pertama kali saat bencana gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006.  Selanjutnya TAT terus berkembang dan dipakai juga saat bencana Situ Gintung, serta pemulihan psikologis saat bom Marriott kedua.

TAT UNTUK STRES DAN MASALAH UMUM

Bentuk penggunaan TAT yang paling mendasar dan sederhana, adalah cukup lakukan Posisi TAT dan amati masalah Anda. Sadari segala pikiran, perasaan, dan sensasi fisik yang datang dan pergi, dan izinkan diri Anda untuk mengamatinya dengan damai. Ketika Anda sudah selesai atau merasakan suatu perubahan, lepaskan tangan Anda dan sadari apa yang Anda rasakan setelah proses tersebut.
Ulangi seperlunya hingga masalahnya tidak lagi mengganggu Anda, atau hingga Anda bisa rileks meskipun mengingat masalah tersebut.

BAGAIMANA MELAKUKAN POSISI TAT

Dengan salah satu tangan, sentuhkan dengan ringan ujung ibu jari Anda pada sudut dalam salah satu mata Anda. Dengan ujung jari manis dari tangan yang sama, sentuhkan dengan ringan pada sudut dalam mata yang lain. Titik tersebut ada di ujung dalam mata dan naik ke atas sekitar 3 mm dari ujung mata dalam tersebut.

Sentuhkan dengan ringan dengan tangan yang sama, ujung jari tengah Anda di titik yang berada di antara kedua alis dan naik ke atas kurang lebih 1 cm.

tatpoints

Sekarang letakkan tangan yang masih bebas di belakang kepala Anda, dengan telapak tangan menyentuh belakang kepala hingga ibu jari Anda di batas rambut belakang Anda. Telapak tangan ini menopang dasar tengkorak kepala Anda. Bila Anda menyentuh titik TAT untuk orang lain, lokasi tangan masih sama, namun jari kelingking Anda yang menyentuh batas rambut belakang. Kedua tangan disentuhkan dengan ringan, tidak ada tekanan sama sekali.

tatposefronttatposeback2

Untuk anak dibawah usia 11 tahun, tangan yang di depan kepala diubah menjadi seluruh telapak diletakkan di kening depan dan menutup setengah mata bagian atas. Bagi bayi, orang yang parah kondisi penyakitnya, atau tidak nyaman disentuh, posisi TATnya sama hanya tangan dijarakkan sekitar 3 – 5 cm dari kepala pasien.

Setiap Langkah TAT biasanya sekitar 1 menit atau hingga Anda merasa sudah selesai. Rasa sudah selesai bisa berupa (1) menghela nafas lega secara spontan, (2) rasa tidak lagi tercengkeram oleh masalah yang diatasi, (3) perhatian yang beralih ke hal lain, (4) sensasi energi yang lepas/bebas, atau (5) sekedar suatu rasa bahwa proses Anda selesai. Bagi anak-anak, ini bisa selesai dalam beberapa detik saja.

Jarang sekali, perasaan hati Anda yang negatif menjadi lebih kuat ketika Anda melakukan TAT. Jika ini terjadi, tetaplah lakukan Posisi TAT dan bimbing perhatian Anda ke Langkah TAT terakhir yang baru saja Anda lakukan sebelumnya. Dengan mengikuti instruksi ini, perasaan hati tersebut biasanya berubah menjadi rasa damai dalam waktu kurang lebih 1 menit. Jika Anda tidak juga tentram setelah 1 menit, mintalah bantuan terapis kesehatan mental yang profesional.

Anda boleh lepaskan & istirahatkan kedua lengan Anda kapan saja – baik di dalam Langkah TAT tertentu maupun diantara Langkah TAT. Mata boleh dipejamkan atau terbuka. Anda boleh menggunakan tangan yang manapun di depan kepala, atau bergantian antar Langkah TAT. Lakukan TAT dengan maksimal 45 menit setiap hari. 45 menit tersebut dihitung berdasarkan waktu dimana Anda berada dalam posisi TAT. Minumlah 6-8 gelas air putih dalam hari ketika Anda melakukan TAT.

7 LANGKAH TAT UNTUK PENYEMBUHAN DAMPAK BENCANA

Gunakan 7 Langkah TAT berikut ini yang dirancang untuk penyembuhan dampak bencana. Jika ada Langkah yang tidak sesuai dengan apa yang Anda butuhkan, kami sarankan untuk tetap lakukan Posisi TAT sambil berdoa bagi mereka yang mungkin membutuhkan Langkah tersebut, agar mencapai hasil yang paling baik.

LANGKAH 1: Berdoa / Berniat bahwa semua orang yang terkait dengan masalah ini dapat mencapai penyembuhan yang terbaik.

  • Lakukan Posisi TAT, dan dalam hati Anda berdoalah / berniatlah bagi semua orang yang membutuhkan penyembuhan dari situasi saat ini. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1 menit.

LANGKAH 2: Dalam hati Anda, berbicaralah dengan mereka yang telah meninggal dunia akibat bencana ini, seolah-olah seandainya Anda dapat melakukan percakapan dengan mereka pada saat ini.

  • Lakukan Posisi TAT, dan dalam hati Anda bayangkan Anda melakukan percakapan dengan orang yang Anda kenal yang telah meninggal dunia akibat bencana ini. Sampaikan apapun yang perlu Anda sampaikan ke mereka, dan dengarkan apapun yang mereka sampaikan kepada Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit

LANGKAH 3: Dalam hati Anda, berbicaralah dengan Tuhan, seolah-olah Anda dapat bercakap-cakap dengan Tuhan pada saat ini

  • Lakukan Posisi TAT, dan dalam hati Anda lakukan percakapan dengan Tuhan saat ini. Sampaikan apapun yang perlu Anda sampaikan kepada Tuhan, dan dengarkan apapun yang Tuhan sampaikan kepada Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit.

LANGKAH 4: Ini sudah Terjadi, sudah Berlalu, saya Selamat, dan sekarang saya boleh Rileks

  • Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah 1-2 menit.

LANGKAH 5: Semua Tempat dalam Hidup saya, Pikiran saya, Hati Saya dan Tubuh Saya, yang terkait dengan masalah ini sekarang disembuhkan

  • Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit. Anda tidak harus tahu persis dimana saja tempat yang perlu penyembuhan, cukup dengan niat saja sudah cukup untuk penyembuhan ini.

LANGKAH 6: Saya maafkan semua yang saya salahkan atas peristiwa ini, termasuk diri sendiri maupun Tuhan

  • Terkadang kita tidak menyadari mungkin kita telah menyalahkan orang lain, diri sendiri dan bahkan terkadang Tuhan atas peristiwa yang terjadi. Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit.

LANGKAH 7: Visualisasikan diri Anda bersama-sama mereka yang masih hidup bersama Anda, menyatukan rasa & hati, bersyukur atas kehidupan.

  • Lakukan Posisi TAT, dan katakan pernyataan diatas dalam hati Anda, lalu amati pikiran, perasaan hati dan tubuh Anda. Betapapun sulitnya situasi saat ini, sadari diri Anda dalam kebersamaan dengan orang-orang yang dekat dan masih bersama di hidup Anda. Luangkan sejenak untuk berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas penyembuhan yang telah Anda alami. Lepaskan tangan Anda ketika sudah merasa selesai, atau setelah kurang lebih 1-2 menit.

Jika Anda merasa kurang nyaman, baik diantara Langkah TAT atau setelah seluruh Langkah dilakukan, maka lakukan Posisi TAT sambil memperhatikan pikiran, perasaan atau sensasi fisik apapun yang kurang nyaman bagi Anda, hingga Anda merasa lebih nyaman dan lega, lalu lanjutkan Langkah TAT bila belum selesai.

Langkah TAT tambahan yang juga bisa dilakukan bila perlu:
Langkah 1: “Ini adalah kesalahan saya”
Langkah 2: “Ini bukan kesalahan saya”
Langkah 1: “Saya sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk mencegah hal ini”
Langkah 2: “Tidak benar bahwa saya bisa mencegah hal ini”

Setelah seluruh proses selesai, mohon berbagilah apa yang Anda alami dalam proses ini kepada orang lain.

TAT adalah pengalaman yang lembut penuh kasih sayang, yang membawa hasil yang dalam, bermakna dan permanen. TAT adalah salah satu alat ideal yang dapat dimanfaatkan pada situasi saat ini karena cepat, praktis, efektif dan sederhana.

INFORMASI & DUKUNGAN LEBIH LANJUT

Anda boleh membagikan tulisan ini secara gratis kepada mereka yang membutuhkan. Anda dapat meminta dokumen ini atau mengajukan pertanyaan tentang cara melakukan proses ini via email ke info@truenaturehealing.net. Kami juga melakukan Pelatihan Sehari untuk mereka yang ingin memanfaatkan proses ini langsung di lapangan / daerah bencana. Marilah satukan hati, doa dan upaya kita untuk membantu sesama untuk bangkit dan hidup dalam damai.

Tapas Fleming, adalah pencipta teknik TAT, dia adalah seorang pelopor dalam bidang Energy Psychology yang saat ini berkembang pesat. Hingga saat ini, Tapas mengajarkan TAT di berbagai negara, dan juga melakukan praktek klinis di California Selatan. Latar belakangnya mencakup berbagai studi dan meditasi yang terfokus pada aspek emosi dan spiritual dalam seni penyembuhan. Dia juga secara formal mempelajari TCM / Pengobatan Tradisional Cina, dan memegang izin praktek akupunktur. Website TATLife yang dimilikinya memberikan instruksi gratis tentang bagaimana melakukan TAT.
Website: www.tatlife.com

Reza Gunawan adalah Praktisi Penyembuhan Holistik di Jakarta, Indonesia. Pesan utamanya adalah “Kita adalah Penyembuh Terbaik bagi Diri Sendiri” sebagaimana terlihat dalam upayanya dalam membantu orang lain menyembuhkan diri mereka sendiri, baik dalam praktek klinis maupun berbagai pelatihan penyembuhan yang dilakukannya. Energy Psychology adalah salah satu komponen penyembuhan utama yang dipeloporinya, termasuk TAT (Tapas Acupressure Technique), EFT (Emotional Freedom Technique) dan BIT (Bodymind Integration Therapies).
Website: www.truenaturehealing.net

34 Responses to “Penyembuhan Trauma & Rasa Takut Paska Bencana Dengan TAT”

  1. Olivia says:

    terima kasih mas reza, akan saya share ke teman-teman saya. ini sangat berguna. bukan hanya untuk bencana besar, saya pikir, tapi juga bencana2 kecil dalam hidup. thanks for sharing :)

  2. Reza Gunawan says:

    @Olivia: your welcome, semoga bermanfaat ya

  3. Ollie says:

    Sudah saya sebarkan Mas infonya, thanks banget

  4. Azeez says:

    Terima kasih Mas reza, artikel yang berguna sekali. .Saya berada di Padang dan syukurlah tidak apa-apa. Hanya saat gempa saya yang paling histeris. Untung ada teman-teman yang menenangkan.

  5. iyus ramli says:

    Alhamdulillah, mas reza, dengan maunya anda berbagi- anda telah menyelamatkan banyak orang dari ‘kehidupan getir’nya penderita trauma… lantas bagaimana jika masih membutuhkan pertolongan lebih lanjut untuk menyembuhkan trauma yang diderita, kemana saya musti menghubungi mas reza?

  6. Wah, kalau dipraktekkan di korban gempa sumbar, bisa menolong mereka nih, Bung! Semoga bukan sebatas teoritis saja , ya..
    -jbs-

  7. ming says:

    minta izin untuk nyebarin artikel ini, kebetulan aku juga dari padang…
    thx alot

  8. Rochmat says:

    Terima kasih mas Reza, saya alumnus pelatihan TAT anda di Kemang dan sudah saya praktekkan di Jogja-Klaten saat gempa lalu. Mudah-mudahan bisa saya sampaikan juga kepada teman-teman kita di Sumbar.

  9. Imbang Satriana says:

    Bagus banget untuk menambah khasanah konseling, tapi akan lebih dahsyad lagi kalo ada vedeo prakteknya tuh

  10. Nunky Pahlevi says:

    Makasih banget ilmunya mas, kebetulan saya pernah mendapat workshop dari mas reza di Sekretariat Negara, benar2 bermanfaat. Saya akan coba praktekkan utk membantu teman agar dia bisa lebih bersemangat menghadapi hidup

  11. updee_chan says:

    thx mas…
    infox sangat bermanfaat specially 4 anxiety patient

  12. esson says:

    ada yang tau alamat trainernya gak?????????

  13. Adi Saputra says:

    Reza Gunawan tolong jawab pertanyaan saya:

    1. Pendidikannya Anda itu apa?
    2. Terapi yang ada lakukan itu dasar ilmunya apa?
    3. Apakah terapi yang Anda lakukan sudah pernah diverifikasi secara ilmiah? Jika tidak, Anda dapat dikategorikan sebagai dukun.

    Terima kasih sebelumnya.

  14. Reza Gunawan says:

    Dear Esson,
    Trainer untuk untuk TAT di seluruh dunia saat ini baru ada 58 orang, dan untuk Indonesia, kebetulan baru saya sendiri, silakan liat daftar trainer internasional disini:

    http://www.tatlife.com/index.php?option=com_comprofiler&task=usersList&Itemid=5&limitstart=0&search=&listid=4&location=&name=&occupation=&city=&state=&country=

    List ini sengaja saya tampilkan mengingat ada beberapa pihak yang saat ini mengaku mengajar TAT namun setelah materi pengajarannya tidak sesuai standar etika & profesionalisme TAT, sehingga bisa beresiko untuk kliennya. Semoga informasi ini berguna

    Reza

  15. Reza Gunawan says:

    Halo mas Adi Saputra,

    1. Pendidikan saya yang terkait di bidang Energy Psychology, mencakup belajar langsung pada Energy Psychology Essentials, (Dr. David Gruder), Body Mind Integration Therapies (John Hartung PhD), serta Tapas Acupressure Technique (Tapas Fleming). Khusus untuk TAT, saya adalah Certified TAT Profesional dan Certified TAT Trainer yang disahkan langsung oleh Tapas sendiri sebagai pelopor teknik ini. Sertifikasi TAT melibatkan standar pendidikan yang cukup strict, dan saya juga bertanggung jawab mensahkan sertifikasi terapis TAT yang dilakukan di Australia hingga saat ini.

    2. Dasar ilmu TAT adalah integrasi dari akupunktur, psikologi, neuroscience, epigenetics & biogenealogy.

    3. Hingga saat ini verifikasi ilmiah terhadap TAT sudah dilakukan namun yang sudah rampung dan diterbitkan adalah untuk aplikasi weightloss. Kalau tidak salah, sedang berjalan juga riset TAT untuk penyembuhan PTSD bagi para veteran perang Vietnam. Untuk informasi lebih lanjut bisa dibaca di http://www.tatlife.com

    Mengenai terapi belum terbukti secara ilmiah otomatis artinya si praktisi sama dengan dukun, dengan hormat saya tidak setuju. Contoh sederhana, aspirin ditemukan tahun 1897, dan baru sekitar 100 tahun kemudian di 1995, ditemukanlah penjelasan ilmiah tentang cara kerjanya. Apakah selama 100 tahun tersebut kita menyebut semua dokter sebagai dukun gara-gara penjelasan ilmiah belum ada? Saya kira tidak demikian.

    Terimakasih, semoga bermanfaat,
    Reza

  16. Adi Saputra says:

    Hallo Bung Reza,

    1. Berdasarkan informasi Anda, saya mencoba googling di internet dan menemukan di wikipedia (saya kutip salah satu paragraf):

    “No scientifically plausible method of action is proposed for Tapas Acupressure Technique, instead relying on unvalidated putative energy and meridians with no identified biophysical or histological basis. A 2005 review of so-called “Power Therapies” concluded that TAT and similar techniques “offered no new scientifically valid theories of action, show only non-specific efficacy, show no evidence that they offer substantive improvements to extant psychiatric care, yet display many characteristics consistent with pseudoscience.”[2] TAT also conforms to the “nine practices of pseudoscience” as identified by AR Pratkins.[6]

    Dari informasi di internet tersebut, saya melihat bahwa pendidikan Anda (maaf) tidak terakreditasi dan tidak credible, karena hanya berupa kursus-kursus yang tidak ilmiah.

    2. Karena pedidikannya tidak ilmiah, maka ilmu yang diajarkannya pun bukan ilmu yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

    3. Karena pendidikan dan ilmunya yang tidak ilmiah, maka jenis terapi Anda ini tidak dapat diverifikasi secara ilmiah.

    Dengan segala hormat saya, Anda tetap dikategorikan sebagai paranormal atau dukun dalam bahasa awam. Contoh Anda mengenai Aspirin; dalam ilmu kedokteran zaman dahulu kala seperti yang Anda sebutkan, pasien tidak berhak tahu (bahkan tidak mau tahu) terhadap apa yang diberikan oleh para dokter kepadanya. Ilmu kedokteran modern mewajibkan dokter memberitahu (dan pasien berhak tahu) apa saja yang diberikan sehingga pasien tahu resiko terhadap perlakuan medis yang diberikan kepadanya.

    Salam,
    Adi

  17. Ovy says:

    Hi Reza,

    Saya sangat setuju dan mendukung Anda. Biarkan orang2 di luar sana mau memberikan cap apa, yang penting tugas2 mulia terus dijalankan dan pesan2 agung terus dikumandangkan, demi kemaslahatan umat manusia.

    Kalau mau dikatakan paranormal, itu adalah kelompok orang2 yang memiliki kemampuan di atas normal. Justru orang2 itulah yang turut andil menyelamatkan dunia sehingga kita umat manusia tetap bisa exist hingga saat ini.

    Mantapkan langkah! Hidup reza Gunawan!
    Viva Paranormal!

    Ovy

  18. Reza Gunawan says:

    Halo mas Adi,

    Barangkali bila profesi utama saya adalah peneliti ilmiah, maka faktor keilmiahan menjadi porsi yang paling dominan dalam menghasilkan laporan riset. Namun saya seorang terapis, bukan peneliti ilmiah. Bagi saya, yang terpenting adalah “masuk akal”, etis, efektif dan berintegritas.

    Pada saat yang sama, mendewakan keilmiahan pun perlu disikapi dengan hati-hati. Misalnya di profesi lain seperti psikiatri misalnya, meski secara umum diakui sebagai profesi resmi yang dihormati, namun metodologi pemilihan obatnya pun bukan mengikuti prinsip science. Hampir semua pemilihan obat berdasarkan trial dan error, tanpa tes darah, maupun konfirmasi kondisi fisiologis pasien. Jadi dalam profesi yang dianggap resmi dan ilmiah pun, metodologi praktek di lapangannya juga tidak 100%.

    Contoh saya sebelumnya mengenai aspirin, penekanannya bukan tentang masalah disclosure kepada pasien. Yang saya maksud, adalah para dokter tetap menggunakan aspirin selama 100 tahun, TANPA para dokter sendiri tahu secara ilmiah tentang bagaimana aspirin bekerja dalam tubuh manusia. Terlepas dari pasiennya berhak diberitahu atau tidak, adalah kesalahan untuk berasumsi bahwa dokter berpraktek SELALU berdasar prinsip ilmiah/science.

    Dan terakhir, apa yang disebut ilmiah dalam dunia kedokteran pun, ternyata berubah sejalan dengan penelitian lebih lanjut. Sudah berkali-kali kita mengalami, dulu tentang pengangkatan kelenjar thymus serta amandel pada anak. Di level epigenetika, asumsi lama tentang inti sel / nukleus adalah otak utama dalam sel, sekitar 5 tahun ini dipatahkan oleh temuan bahwa ternyata otak sel terletak di membran sel, bukan inti sel.

    Jadi saya tetap rela dan peduli untuk menjelaskan apakah Anda tertarik untuk informasi tentang terapinya, profesinya, maupun efektivitasnya di lapangan. Peduli bukan untuk membuktikan diri, karena penerimaan atas profesi saya dan manfaatnya sudah cukup mendapatkan bukti riil di lapangan, tetapi peduli karena Anda berhak mendapat penjelasan. Masalah penjelasannya rela diterima atau tidak, sejujurnya bukan tanggung jawab saya, tapi pilihan Anda sendiri.

    Sebagian dari guru saya berasal dari kalangan akademis bahkan hingga bergelar profesor. Mereka profil manusia yang menurut saya berimbang antara pengetahuan akademis, kejernihan memilah, dan praktikalitas lapangan. Dari merekalah saya belajar bahwa science bukan segala-galanya, meski tetap perlu dijaga proporsinya dalam mengenal sesuatu yang baru.

    Terakhir, saya lampirkan studi ilmiah tentang TAT (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17309380), yang sudah pernah dilakukan untuk aplikasi weight loss, dan sekarang SEDANG berjalan riset baru dalam skala yang lebih besar. Kita bisa bersabar menunggu hasilnya dipublikasikan.

    Setiap teknik baru, pasti akan mengalami kontroversi serta butuh waktu untuk mendapatkan validasi ilmiah, karena melakukan penelitian butuh banyak faktor. Barangkali, bila belum ada riset ilmiahnya, lebih bijaksana menunda kesimpulan, ketimbang tergesa mengkategorikan sesuatu yang belum dikenal. Itulah sifat dari pikiran ilmiah, punya takaran skeptis namun tetap terbuka.

    Saya sendiri sering bercanda dan mengibaratkan profesi saya seperti persilangan antara dokter, psikolog dan dukun (hehehe…) karena melihat manusia dari aspek fisik, psikologis dan spiritual. Dan mohon maaf, sejujurnya Anda berhak meletakkan profesi saya di kategori mana, dan saya tetap bisa menerima itu, sembari tetap menjalankan profesi ini dengan niat utama membantu sesama.

    Saya tidak pernah menjalankan pekerjaan ini demi validasi ilmiah dari siapapun. Buat saya “masuk akal” sudah cukup sebelum ada bukti ilmiah lebih lanjut, dan lebih penting melihat pada hasil efektivitas, integritas dan etika sebagai terapis.

    Terimakasih,
    Reza Gunawan

  19. Alva says:

    Mas Reza,

    Terimakasih sharing ilmunya walaupun masih banyak pihak yang mempertanyakan, sebagai manusia kita hanya mampu untuk berusaha menjadi bermanfaat bagi diri sendiri ataupun orang lain terlepas ilmiah atau tidak.

    Salam,

    Alva

  20. Adi Saputra says:

    Hallo mas Reza,
    Terima kasih atas komentar Anda tentang profesi Anda.

    Singkat saja ya, apa yang saya utarakan di sini bukan mengenai profesi Anda. Di dunia ini (bahkan di Amerika sekali pun) profesi dukun tetap laku, apalagi di Indonesia.
    Yang jadi masalah adalah ketika ilmu dari profesi itu disebarkan (diaplikasikan) ke orang lain apalagi diiklankan di media-media dan orang harus bayar untuk mendapatkan atau mengetahui ilmu tersebut (pasang tarif). Disini perlu ada verifikasi.
    Kalau Anda mau praktekkan ilmu Anda (atau profesi Anda) tersebut dalam diri atau keluarga Anda sendiri, silahkan, tidak ada larangan. Tapi ketika sudah menyentuh khalayak ramai, sekali lagi hal itu harus diverifikasi.

    Salam,
    Adi

  21. boedie says:

    ya sudah jangan berdebat, kalau memang berniat mau menolong sesama alangkah baiknya melepaskan ego pribadi.

  22. bambang w says:

    salam kenal mas Reza,

    apa perbedaan yg signifikan antara TAT dan EFT, dan seberapa manjur dalam mengatasi masalah2 fisik atau emosional.
    terima kasih

    salam,
    bambang w

  23. Reza Gunawan says:

    Halo mas Adi Saputra,

    Saya hargai pendapat Anda. Di bidang yang saya tekuni, terutama aplikasi penyembuhan trauma, sudah banyak sekali bukti empiris, dan masih terbatas bukti yang masuk dalam rentang pembuktian yang Anda harapkan. Verifikasi punya banyak bentuk dan makna, sehingga tidak mungkin muat di ekspektasi semua orang.

    Di lain pihak, metode penyembuhan trauma yang efektif cenderung sedikit sekali, padahal kondisi kita sekarang tinggal di negara yang rentan bencana alam, sehingga cedera jiwa mudah terjadi.

    Itulah pertimbangan saya, mengapa saya bagikan ilmu TAT untuk trauma bencana secara gratis, karena begitu kita sudah menjadi korban trauma, dengan segala efeknya, argumen tentang pembuktian ilmiah dan sejenisnya, akan mundur karena yang penting apakah suatu metode bisa memberikan penyembuhan/transformasi yang diharapkan.

    Sejujurnya adakah metode lain yang mungkin bagi Anda lebih efektif dan terbukti sesuai harapan keilmiahan Anda untuk aplikasi trauma bencana? Bila ada, dengan senang hati saya bersedia diskusikan dengan terbuka.

    Dan saya tidak sepakat tentang suatu ilmu harus diverifikasi ketika orang perlu membayar untuk mendapatkan ilmu tersebut. Menurut saya, setiap ilmu harus dipelajari, diamalkan dan diverifikasi, terlepas dari apakah penggunaannya komersial ataupun tidak.

    Seorang terapis menetapkan tarif itu bukan semata karena alasan komersial, namun proses memperoleh ilmu pun juga ada investasi yang harus dia lakukan untuk menjadi terapis yang lebih kompeten, dan menurut saya selama tujuan utamanya bukan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, namun hidup berkecukupan dari profesi yang dijalankan dengan niat baik, dan benar-benar membawa manfaat bagi kliennya, itu tidak ada masalah. Saya sendiri dalam berpraktek fulltime selama hampir 8 tahun ini, belum sekali pun mengiklankan jasa saya di media-media, bukan berarti bagi saya beriklan itu haram.

    Dan sekali lagi Anda boleh menyebut judul apapun untuk profesi saya, sejujurnya saya tidak terlalu peduli. Buat saya, niat baik, ilmu & metode yang efektif hasilnya, hubungan terapis-klien yang sehat, serta hasil terapi yang transformatif, berada jauh diatas hal-hal kecil lainnya.

    Terakhir, saya percaya suatu hari, science/keilmiahan akan mengejar ketinggalan, dan mampu bercerita lebih banyak. Saya tidak akan menunda pekerjaan ini, hanya karena menunggu keilmiahan yang Anda harapkan, karena dari sejarah kita bisa belajar bahwa science selalu muncul telat dan di paling akhir, sementara terlalu banyak masalah, trauma dan penyakit yang butuh pertolongan, di saat ini juga.

    Semoga diskusi bermanfaat bagi kita semua,
    Reza

  24. Teddi says:

    Halo Mas Reza,

    Terima kasih untuk artikelnya. Saya sudah praktik, dan memang mak nyus. Yang saya penasaran hanyalah, jika kita praktikkan setiap langkah tanpa menyentuh seperti diterangkan di atas, bagaimana ya hasilnya? Ini lagi saya coba.

    Soal ilmiah dan tidak ilmiah, hehe..udah jadul ah. Dulu saat dukun nyembur pasiennya dengan air, katanya itu tidak masuk akal. Begitu orang ngerti dan belajar tentang hipnoterapi dan NLP, maka ia jadi sangat masuk akal.

    Yes, sains umumnya melihat ke belakang, dan menguji keandalan dari sesuatu yang telah ada. Saya katakan umumnya, karena demikianlah sains yang umumnya dipahami sekarang. Mungkin satu saat akan berubah. Dulu, di kampus saya metode penelitian kualitatif dianggap rendah validitasnya. Begitu banyak doktor pulkam dan punya banyak pengikut seperti saya, maka metode ini pun jadi trend setter. Maka, saya sepakat kalau sains masih terus berkembang. Apa yang kita anggap tidak ilmiah saat ini bisa jadi membuat kita malu beberapa tahun mendatang.

    Saya juga tidak terlalu peduli dengan keilmiahan sebuah metode, sejauh ia masuk akal. Meskipun, saya dididik dalam tradisi ilmiah yang kental. La wong nyatanya saya bisa membantu klien fobia dalam 15 menit kok, sementara rekan-rekan saya yang sudah jadi psikolog (saya orang psikologi juga) masih bingung bagaimana caranya.

    Sesuatu yang baru layaknya dicari tahu, dipelajari, dan didalami ketika ia memang memunculkan fenomena menarik. Kalaupun ia belum terbukti, jangan-jangan kita lah yang masih terlalu bodoh untuk memahaminya.

    Btw, kalau untuk konteks di luar penanganan bencana, pola kalimatnya seperti apa ya? Dan, pola kalimat di atas, adakah kunci2nya alias pakem2 yang harus ada? Semisal saya harus menggunakannya dalam bahasa daerah, tentu harus kita modifikasi.

    Terima kasih banyak atas kebaikan hati Anda berbagi.

  25. Reza Gunawan says:

    halo mas Teddi,

    Terimakasih sudah mencoba melakukan proses TAT. Yang saya muat dalam blog ini memang khusus didesain untuk trauma pemulihan bencana alam. Sementara ada sederetan kurikulum pelajaran TAT yang jauh lebih luas untuk aplikasi trauma pribadi, alergi, psikosomatis, limiting belief, dll.
    Kalau setiap langkah dipraktekkan tanpa menyentuh titik, saya rasa masih ada hasilnya, namun efektivitasnya tidak seoptimal menggunakan komponen titik akupunktur, karena melibatkan sirkulasi Chi di sirkuit energi tubuh kita. Memang benar pikiran saja menggerakkan energi, namun kemampuan pikiran setiap individu untuk menggerakkan Chi secara efektif sangat bervariasi, sehingga sulit untuk disamaratakan demi protokol yang efektif.

    Saya sepenuhnya merestui penggunaan TAT untuk aplikasi trauma bencana alam pada diri sendiri, dan pada orang lain secara 1-on-1. Untuk aplikasi lain, belajar dari tulisan singkat ini sangat tidak memadai, dan tentunya mas Teddi juga liat kenyataan di lapangan, banyak orang berniat baik membantu orang lain dengan ilmu dan restu yang belum lengkap, malah menyebabkan cedera pada orang yang mau ditolong. Karena pertimbangan ini, saya selalu menyarankan bagi mereka yang tertarik belajar TAT untuk menekuninya secara lengkap di Pelatihan Terapis TAT, sehingga tahu pakem-pakem terapi TAT yang aman dan efektif dalam segala aplikasi.

    Terimakasih, selamat berlatih!
    Reza

  26. subhan says:

    salam mas reza..

    salut atas upayanya dalam meredusir permasalahan terapi.
    salut juga atas keterbukaannya tentang interpretasi informasi seputar dunia kesehatan, saya yakin pasti lebih banyak manfaatnya ketimbang kontroversinya.

    saya mau tnya dikit mas reza… adakah perbedaan output antara self-terapy yang melibatkan pergerakan anggota tubuh sendiri, dengan terapi yang dibantu oole terapist.
    fokus jawaban yg diinginkan oleh saya adalah : sejauh mana respon dan kinerja syaraf jika dalam satu moment yg sama bekerja untuk sistem internal tubuh dimana sistem saraf juga include sebagai salah satu sasaran terapi..
    demikian mas..
    thanks sebelumnya

  27. Evi says:

    Mas Reza, apakah saya bisa minta alamat praktek TAT -nya di Jakarta?apakah di jogja ada juga cabangnya/ahlinya. Saat ini sy membutuhkan pertolongan Anda

    Terima kasih banyak
    Evi

  28. Reza Gunawan says:

    Halo Evi, silakan hubungi terapi TAT di Yogya, mbak Amalina di http://www.balanceyogajogja.com. Semoga bermanfaat

  29. dyah says:

    Terima kasih Mas Reza

    Tulisannya sangat membantu, teknik ini lebih cepat reaksinya dibandingkan dengan teknik SE** yang pernah saya pelajari.

    salam Kenal
    Dyah Saraswati

  30. dr.Galih Abi Y.M.Psi says:

    HALLO MZ REZA,
    SALAM KENAL MAS

    TERIMAKASIH MAS REZA,BISA BERTUKAR PENGALAMAN TENTANG TEKNIK2 ENERGI PSIKOLOGI,SAYA SERING MEMBANTU KLIEN SAYA DGN TEKNIK2 ENERGI PSIKOLOGI EFT,TFT,TAT.SUNGGUH EFEKTIF DAN BERMANFAAT UNTUK MEMBANTU KLIEN.KEBETULAN PROFESI SAYA BERGERAK DALAM DUNIA PSIKOLOGI (PSIKOLOG).
    SAYA INGIN NANGGAPI adi saputra,SAYA TAHU ANDA,TOLONG adi saputra SEORANG MENGAKU AKADEMIS DAN ILMIAH, BAHWA adi saputra ITU HANYALAH SEORANG JADUL,ZAMAN BATU,PREDIKAT SARJANA adi saputra HANYA SARJANA SAJA,TANPA BISA MEMPRATEKKAN ILMU UNTUK MEMBANTU ORANG LAIN,ILMIAH HANYA DIJADIKAN TOPENG KARENA TERNYATA TEORI TEORI SAJA.ANAK KECIL MENGATAKAN HAI adi saputra “TONG KOSONG BERBUNYI YARING” HA…HA..HA..8. adi saputra MOHON UNTUK SEKOLAH DASAR LAGI(MUNGKIN DULU adi saputra TIDAK LULUS!!!!) AMBIL PELAJARAN ETIKA,BELAJAR KEPRIBADIAN,DAN BELAJAR AGAMA….YA.

    MAAF SEBELUMNYA,KARENA SAYA MEMBACA TANGGAPAN DARI adi saputra YANG MENGAKU SEORANG ILMIAH,HAL YANG MEMALUKAN DAN TIDAK ETIS.PESAN BUAT adi saputra BELAJAR KEMBALI KEPADA ANAK PLAYGROUP/TK (LIHAT,DENGAR,RASAKAN)!!!!!!

    MAJU TERUS MAS REZA, KAMI KALANGAN AKADEMIS SANGAT SENANG UNTUK SELALU BERBAGI,BAHWA BELAJAR ITU BUKAN HANYA DIBANGKU SEKOLAH SAJA TAPI BELAJAR DARI KEHIDUPAN,ITU PEMBELAJAR SEJATI. TERIMAKASIH MAS REZA.

  31. yanuhitaanggraini says:

    Mas reza,,saya tertarik sekali dgn program TAT dan metode meditasi self healing yg Anda jalankan skrg. Saya posisi di Surabaya,apakah saya bisa minta informasi lebih lanjut ttg program meditasi self healing dan TAT ini di Surabaya??karena contact person yang tertera di website truenaturehealing.net untuk cabang Surabaya tidak dapat dihubungi..terima kasih..

  32. Henny Baskoro says:

    Mas Reza…Salam kenal lagi (kita sudah beberapa kali bertemu dalam acaranya mas Nunu),

    Terima kasih atas sharing ilmu/salah satu metode TAT yang menurut saya amat sangat bermanfaat dan tentunya dibutuhkan oleh banyak orang sebagai aksi ‘rebat cepat’ dalam sebuah situasi ‘emergency’. Saya yakin, dalam sebuah bencana, korban bencana tidak hanya memerlukan bantuan doa, moril dan materiil saja, tetapi juga memerlukan bantuan untuk ‘menyembuhkan luka yang tak terlihat’ agar mereka yang mengalaminya dapat segera meneruskan kehidupannya dengan lebih nyaman dan terarah.
    Saya secara pribadi sangat tertarik untuk mempelajari program TAT dan metode self healing yang anda jalankan.
    Sudah sejak lama saya menunda keinginan untuk mengikuti training2 yang anda siapkan, tetapi baru hari ini saya sempat membaca diskusi ini.
    Saya segera menulis disini setelah membaca komentar2 pak Adi Saputra dan tanggapan2 yang anda berikan. saya salut atas kesabaran anda dan saya setuju dengan pendapat anda bahwa begitu banyak hal yang tidak dapat menunggu kajian ilmiah untuk melakukannya, sejauh hal tersebut tidak membahayakan dan saya rasa, menyentuh titik2 tertentu dalam metode TAT sama sekali tidak membahayakan. Tentang keberhasilannya, semua terpulang kepada ‘believe’ dari niat yang membantu dan yang dibantu, bahkan adakalanya dengan ‘100% hadir’ saja, sudah memberikan sedikit kesembuhan batin.
    Sampai bertemu dalam salah satu training yang anda berikan.
    Salam ikhlas

  33. Hendi says:

    Adi saputra anda itu siapa????
    Apakah anda sudah berbuat sesuatu yg bermanfaat buat masyarakat?????
    Sory saya rasa anda itu hanya sok tau…
    Mas reza maju terus!!!!!
    Aku mendukungmu

  34. Nurul says:

    Mas Reza, saya cukup tertarik dengan metode TAT ini. Apakah pelatihan TAT juga ada di Semarang? Selain itu, aplikasi TAT pada anak seperti apa ya? Terimakasih sebelumnya.

Leave a Reply