<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ketika Tubuh Sendiri Tak Cukup Dicinta</title>
	<atom:link href="http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/</link>
	<description>memelihara ketenteraman dan kesehatan seutuhnya, dengan                       melatih kesadaran diri, agar hidup semakin ringan, ikhlas, dan selaras.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2011 05:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: vera</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-265</link>
		<dc:creator>vera</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 04:08:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-265</guid>
		<description>assalamualaikum...
saya ini sedang mengerjakan skripsi yang berhubungan dengan usaha membangun daya tarik fisik, tetapi saya belum mendapatkan aspek-aspeknya. mungkin anda bisa menjelaskan kepada saya aspek-aspek apa saja yang terdapat dalam usaha membangun daya tarik fisik..

terimakasih..
dan salam kenal dari saya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;<br />
saya ini sedang mengerjakan skripsi yang berhubungan dengan usaha membangun daya tarik fisik, tetapi saya belum mendapatkan aspek-aspeknya. mungkin anda bisa menjelaskan kepada saya aspek-aspek apa saja yang terdapat dalam usaha membangun daya tarik fisik..</p>
<p>terimakasih..<br />
dan salam kenal dari saya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kopi cina</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-122</link>
		<dc:creator>kopi cina</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 04:56:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-122</guid>
		<description>oh, jadi beda ya cara diri mencitra tubuh dan diri mencitra diri? maksudnya citra luar dan dalam, begituh?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oh, jadi beda ya cara diri mencitra tubuh dan diri mencitra diri? maksudnya citra luar dan dalam, begituh?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-110</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 17:48:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-110</guid>
		<description>Dear Ainun,

Anda bertanya &quot;Bagaimana caranya kita bisa menemukan akar psikologis dan emosi kita sendiri?&quot;

Silakan baca artikel berikut berjudul &quot;Tubuh Ideal Berawal dari Citra Tubuh yang Sehat&quot;.

Terimakasih, dan semoga bermanfaat,

Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Ainun,</p>
<p>Anda bertanya &#8220;Bagaimana caranya kita bisa menemukan akar psikologis dan emosi kita sendiri?&#8221;</p>
<p>Silakan baca artikel berikut berjudul &#8220;Tubuh Ideal Berawal dari Citra Tubuh yang Sehat&#8221;.</p>
<p>Terimakasih, dan semoga bermanfaat,</p>
<p>Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-109</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 17:22:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-109</guid>
		<description>Dear Yoes Menoez,

Menerima diri dan tubuh sendiri, bukan berarti dan tidak sama dengan membanggakan diri dan tubuh kita.

Ketika kita tidak menerima tubuh dan diri kita apa adanya, memang lebih mudah melepaskan ketidaksukaan terhadap diri sendiri dengan cara &#039;rese&#039; dan mengkritik orang lain.  Barangkali itu juga alasan mengapa kita dikomentari secara negatif dan berlebihan oleh orang lain.

Tentang ketertarikan seksual, saya sudah tulis dalam artikel diatas bahwa kita sering salah meletakkan antara daya tarik fisik dan cinta.  Dan ketika kedua tersebut salah peletakannya, kita jadi korban salah paham sendiri.

Tidak jadi masalah, tak perlu pusingkan orang lain, perhatikan saja rasa dalam diri, dan berproses untuk lebih bisa menerima diri, apa adanya.

Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Yoes Menoez,</p>
<p>Menerima diri dan tubuh sendiri, bukan berarti dan tidak sama dengan membanggakan diri dan tubuh kita.</p>
<p>Ketika kita tidak menerima tubuh dan diri kita apa adanya, memang lebih mudah melepaskan ketidaksukaan terhadap diri sendiri dengan cara &#8216;rese&#8217; dan mengkritik orang lain.  Barangkali itu juga alasan mengapa kita dikomentari secara negatif dan berlebihan oleh orang lain.</p>
<p>Tentang ketertarikan seksual, saya sudah tulis dalam artikel diatas bahwa kita sering salah meletakkan antara daya tarik fisik dan cinta.  Dan ketika kedua tersebut salah peletakannya, kita jadi korban salah paham sendiri.</p>
<p>Tidak jadi masalah, tak perlu pusingkan orang lain, perhatikan saja rasa dalam diri, dan berproses untuk lebih bisa menerima diri, apa adanya.</p>
<p>Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yoes Menoez</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-118</link>
		<dc:creator>Yoes Menoez</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 14:40:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-118</guid>
		<description>Mas Reza, mecintai tubuh sendiri lengkap dengan segala keterbatasan maupun kekurangan (menurut ukuran orang kebanyakan lho...) memang butuh waktu ya?
Saya dulu pernah tidak begitu suka dengan beberapa bagian tubuh saya, tapi sekarang saya kok gak merasa tidak suka tapi juga tidak merasa bangga, jadi biasa2 aja, ini bisa disebut MENERIMA juga kah? Meskipun kita bisa menerima kondisi tubuh kita, kadang orang lain yg rese, kalo dah lama gak ketemu ada aja yg bilang : &quot;tambah ndut aja sih?&quot; atau &quot;kok sekarang iteman?&quot;.
Jadi sebenarnya, yg kadang2 tidak bisa menerima tubuh kita itu orang lain kan? Selama ini sih tidak pernah saya pikirin, tapi coba nanti kalo saya sudah punya suami dan suami saya yg complain, mungkin saya agak mikir2 juga kali ya? Soalnya, konon ketertarikan seksual laki-laki lebih secara visual.
Gak heran ya kalau banyak perempuan &quot;panik&quot; kalo &quot;wilayahnya luas&quot; alias ndut?
Salam kenal dari saya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Reza, mecintai tubuh sendiri lengkap dengan segala keterbatasan maupun kekurangan (menurut ukuran orang kebanyakan lho&#8230;) memang butuh waktu ya?<br />
Saya dulu pernah tidak begitu suka dengan beberapa bagian tubuh saya, tapi sekarang saya kok gak merasa tidak suka tapi juga tidak merasa bangga, jadi biasa2 aja, ini bisa disebut MENERIMA juga kah? Meskipun kita bisa menerima kondisi tubuh kita, kadang orang lain yg rese, kalo dah lama gak ketemu ada aja yg bilang : &#8220;tambah ndut aja sih?&#8221; atau &#8220;kok sekarang iteman?&#8221;.<br />
Jadi sebenarnya, yg kadang2 tidak bisa menerima tubuh kita itu orang lain kan? Selama ini sih tidak pernah saya pikirin, tapi coba nanti kalo saya sudah punya suami dan suami saya yg complain, mungkin saya agak mikir2 juga kali ya? Soalnya, konon ketertarikan seksual laki-laki lebih secara visual.<br />
Gak heran ya kalau banyak perempuan &#8220;panik&#8221; kalo &#8220;wilayahnya luas&#8221; alias ndut?<br />
Salam kenal dari saya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yanne</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-117</link>
		<dc:creator>yanne</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 09:42:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-117</guid>
		<description>wah, seneng ada artikel baru!:)

jd inget waktu kecil, saya srg disebut keling-kolang-kaling saking itemnya kulit saya. gelar itu bkn hanya terkenal di lingkungan keluarga saya, bahkan sampai menyebar di lingkungan tmp saya tinggal dulu dan gelar itu bertahan sampai saya kuliah. bayangkan bagaimana orang2 sekitar saya membentuk image diri saya berdasarkan warna kulit saya.

even ketika setelah lebih dari 10 tahun gak ketemu, para2 tetangga ini memberikan pujian agak menyindir, &quot;yanne putih ya sekarang.&quot; kulit saya memang terlihat terang namun masih coklat kok. dan saya akhirnya menyukai warna coklat saya yg ternyata memang eksotik, haha!

kenapa kecantikan harus identik dengan kulit putih dan tubuh langsing? en ngerasa gak sih, kadang kita menilai orang dari tampilan luar nya aja? kalo gak dandan and stylish, diliatin from head to toe. so shallow (jadi inget film Shallow hall).

sori numpang keluarin uneg2. thx for the article. good one, as usual!:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, seneng ada artikel baru!:)</p>
<p>jd inget waktu kecil, saya srg disebut keling-kolang-kaling saking itemnya kulit saya. gelar itu bkn hanya terkenal di lingkungan keluarga saya, bahkan sampai menyebar di lingkungan tmp saya tinggal dulu dan gelar itu bertahan sampai saya kuliah. bayangkan bagaimana orang2 sekitar saya membentuk image diri saya berdasarkan warna kulit saya.</p>
<p>even ketika setelah lebih dari 10 tahun gak ketemu, para2 tetangga ini memberikan pujian agak menyindir, &#8220;yanne putih ya sekarang.&#8221; kulit saya memang terlihat terang namun masih coklat kok. dan saya akhirnya menyukai warna coklat saya yg ternyata memang eksotik, haha!</p>
<p>kenapa kecantikan harus identik dengan kulit putih dan tubuh langsing? en ngerasa gak sih, kadang kita menilai orang dari tampilan luar nya aja? kalo gak dandan and stylish, diliatin from head to toe. so shallow (jadi inget film Shallow hall).</p>
<p>sori numpang keluarin uneg2. thx for the article. good one, as usual!:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: JJ</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-116</link>
		<dc:creator>JJ</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2009 14:49:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-116</guid>
		<description>Dear Pauline,

Biasanya saya hanya menjadi pembaca dan pengamat atas berbagai komentar di sini, tapi berhubung ada kesamaan di antara kita -yakni jerawat- saya merasa ingin memberi tanggapan. Hehehe.

Saya sudah lama merasa frustrasi atas jerawat yang tidak kunjung sembuh, dan sudah bosan berkunjung ke dokter karena pengobatan yang saya dapatkan hanya bertahan sementara. Sebulan terakhir, saya memutuskan untuk berhenti berusaha dan memasrahkan apa pun hasilnya. Kekhawatiran terhadap pendapat orang memang sering sekali muncul, ditambah berbagai komentar, saran dan kritik dari orang2 yang &#039;iba&#039; dengan kondisi wajah saya. Bila biasanya saya berkubang dalam rasa tidak percaya diri, kali ini saya menerima bahwa memang inilah keadaan saya, dan saya tetap berusaha merawat wajah dengan cara natural sambil memasrahkan hasilnya.

Jerawat saya memang beranak-pinak dan belum sembuh hingga saya menuliskan komentar ini, namun kali ini saya merasa lebih rileks dan tidak terlalu tertekan memikirkan penampilan saya, serta lebih bisa menerima diri sendiri apa adanya. :-)

Mudah2an sharing ini bisa bermanfaat. :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Pauline,</p>
<p>Biasanya saya hanya menjadi pembaca dan pengamat atas berbagai komentar di sini, tapi berhubung ada kesamaan di antara kita -yakni jerawat- saya merasa ingin memberi tanggapan. Hehehe.</p>
<p>Saya sudah lama merasa frustrasi atas jerawat yang tidak kunjung sembuh, dan sudah bosan berkunjung ke dokter karena pengobatan yang saya dapatkan hanya bertahan sementara. Sebulan terakhir, saya memutuskan untuk berhenti berusaha dan memasrahkan apa pun hasilnya. Kekhawatiran terhadap pendapat orang memang sering sekali muncul, ditambah berbagai komentar, saran dan kritik dari orang2 yang &#8216;iba&#8217; dengan kondisi wajah saya. Bila biasanya saya berkubang dalam rasa tidak percaya diri, kali ini saya menerima bahwa memang inilah keadaan saya, dan saya tetap berusaha merawat wajah dengan cara natural sambil memasrahkan hasilnya.</p>
<p>Jerawat saya memang beranak-pinak dan belum sembuh hingga saya menuliskan komentar ini, namun kali ini saya merasa lebih rileks dan tidak terlalu tertekan memikirkan penampilan saya, serta lebih bisa menerima diri sendiri apa adanya. <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mudah2an sharing ini bisa bermanfaat. <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pauline</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-113</link>
		<dc:creator>Pauline</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 12:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-113</guid>
		<description>Dear Reza

Saya sangat setuju dengan tulisanmu!
Setelah dipikirin lagi....
saya pernah ngalamin masa2 kurang mencintai tubuh.
Ketika tubuh itu mencapai perfect buat saya,
disitulah saya menemukan belahan jiwa...sekarang jadi mantan pacar...haha...

Tapi, sekarang saya kurang mencintai tubuh saya lagi...
Masalahnya adalah....yang namanya jerawat, ga pernah berhenti muncul...hix...hix... :(
Akibatnya, kalo harus ngobrol face2face buntutnya pasti terpikir : Aduh, dia lagi ngeliatin muka gw ga y?!
I always try to be my self sih...dan selalu PD dengan kemampuanku.
Cuma ya...teuteup...kepikiran aja ttg muka, apalagi klo liat muka lawan bicara yg minus jerawat.

Efeknya, pada akirnya ya selalu komentar ttg org lain...
Kalo ada perubahan sedikit di diri org lain, pasti saya yg jadi bawel.  Ga selalu dibahas secara langsung si, tp biasanya kubahas sama suami....mungkin lama2 kami bisa jadi stylist kali...hehe...

Busway....eh...anyway,,,
thank u so much for reminding us about this.

:) Pauline</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Reza</p>
<p>Saya sangat setuju dengan tulisanmu!<br />
Setelah dipikirin lagi&#8230;.<br />
saya pernah ngalamin masa2 kurang mencintai tubuh.<br />
Ketika tubuh itu mencapai perfect buat saya,<br />
disitulah saya menemukan belahan jiwa&#8230;sekarang jadi mantan pacar&#8230;haha&#8230;</p>
<p>Tapi, sekarang saya kurang mencintai tubuh saya lagi&#8230;<br />
Masalahnya adalah&#8230;.yang namanya jerawat, ga pernah berhenti muncul&#8230;hix&#8230;hix&#8230; <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Akibatnya, kalo harus ngobrol face2face buntutnya pasti terpikir : Aduh, dia lagi ngeliatin muka gw ga y?!<br />
I always try to be my self sih&#8230;dan selalu PD dengan kemampuanku.<br />
Cuma ya&#8230;teuteup&#8230;kepikiran aja ttg muka, apalagi klo liat muka lawan bicara yg minus jerawat.</p>
<p>Efeknya, pada akirnya ya selalu komentar ttg org lain&#8230;<br />
Kalo ada perubahan sedikit di diri org lain, pasti saya yg jadi bawel.  Ga selalu dibahas secara langsung si, tp biasanya kubahas sama suami&#8230;.mungkin lama2 kami bisa jadi stylist kali&#8230;hehe&#8230;</p>
<p>Busway&#8230;.eh&#8230;anyway,,,<br />
thank u so much for reminding us about this.<br />
 <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Pauline</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ainun</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-115</link>
		<dc:creator>ainun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 08:44:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-115</guid>
		<description>Pak Reza,
Saya setuju bahwa akar psikologis dan emosional yang harus dibenahi dulu. Bagaimana caranya kita bisa &quot;menemukan akar psikologis dan emosi kita sendiri&quot;? Saya ingin mempunyai badan yang sehat, akhir-akhir ini banyak keluhan yang saya rasakan dan saya susah mengendalikan pola makan, padahal hasil pemeriksaan dokter badan saya baik-baik saja.

Terimakasih &amp; salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Reza,<br />
Saya setuju bahwa akar psikologis dan emosional yang harus dibenahi dulu. Bagaimana caranya kita bisa &#8220;menemukan akar psikologis dan emosi kita sendiri&#8221;? Saya ingin mempunyai badan yang sehat, akhir-akhir ini banyak keluhan yang saya rasakan dan saya susah mengendalikan pola makan, padahal hasil pemeriksaan dokter badan saya baik-baik saja.</p>
<p>Terimakasih &amp; salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/03/ketika-tubuh-sendiri-tak-cukup-dicinta/comment-page-1/#comment-111</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2009 05:02:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=147#comment-111</guid>
		<description>Dear Yeyen,

Self Healing tidak pernah kuatir tentang &#039;baik-buruk&#039; dan juga &#039;benar-salah&#039;.  Yang paling penting adalah dengan kesadaran jernih, kita menentukan apakah sesuatu itu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan diri kita pada saat ini.

Membanding-bandingkan diri dengan orang lain, bisa berefek baik, namun dalam pengamatan saya lebih sering berefek buruk.   Karena kita tidak akan pernah mencapai titik puas, titik cukup.  Padahal penerimaan diri sendiri, yang berarti barulah kita bisa mencintai diri sendiri apa adanya, baru tercapai di titik tersebut.

Jadi silakan pilih sendiri apa yang sesuai bagi kebutuhan Anda.

Selamat berlatih,
Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Yeyen,</p>
<p>Self Healing tidak pernah kuatir tentang &#8216;baik-buruk&#8217; dan juga &#8216;benar-salah&#8217;.  Yang paling penting adalah dengan kesadaran jernih, kita menentukan apakah sesuatu itu sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan diri kita pada saat ini.</p>
<p>Membanding-bandingkan diri dengan orang lain, bisa berefek baik, namun dalam pengamatan saya lebih sering berefek buruk.   Karena kita tidak akan pernah mencapai titik puas, titik cukup.  Padahal penerimaan diri sendiri, yang berarti barulah kita bisa mencintai diri sendiri apa adanya, baru tercapai di titik tersebut.</p>
<p>Jadi silakan pilih sendiri apa yang sesuai bagi kebutuhan Anda.</p>
<p>Selamat berlatih,<br />
Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

