<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: 4 Hadiah Cinta Sepenuh Hati (bagian 2)</title>
	<atom:link href="http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/</link>
	<description>memelihara ketenteraman dan kesehatan seutuhnya, dengan                       melatih kesadaran diri, agar hidup semakin ringan, ikhlas, dan selaras.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2011 05:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Reza Gunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-178</link>
		<dc:creator>Reza Gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 15:53:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-178</guid>
		<description>Dear Hanny,
Untuk masalahmu, kalau diminta menolong via artikel, silakan baca ulang Hadiah Cinta ke-3 dan ke-4, tentang Kejujuran Total dan Memberikan Ruang.  Baca juga &quot;Stres? Jangan Berusaha Positif!&quot; untuk mengerti tentang bagaimana menghadapi rasa negatif.
Kalau perlu lebih dalam lagi, saya sarankan membekali diri dengan ikut Pelatihan Self Healing, karena disana tekniknya kita praktekkan bersama, sehingga mungkin lebih dalam manfaatnya.  Info tentang pelatihan tersebut bisa dilihat di www.truenaturehealing.net/selfhealing.php.
Terimakasih, semoga bermanfaat, ingatlah selalu untuk bernapas
Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Hanny,<br />
Untuk masalahmu, kalau diminta menolong via artikel, silakan baca ulang Hadiah Cinta ke-3 dan ke-4, tentang Kejujuran Total dan Memberikan Ruang.  Baca juga &#8220;Stres? Jangan Berusaha Positif!&#8221; untuk mengerti tentang bagaimana menghadapi rasa negatif.<br />
Kalau perlu lebih dalam lagi, saya sarankan membekali diri dengan ikut Pelatihan Self Healing, karena disana tekniknya kita praktekkan bersama, sehingga mungkin lebih dalam manfaatnya.  Info tentang pelatihan tersebut bisa dilihat di <a href="http://www.truenaturehealing.net/selfhealing.php" rel="nofollow">http://www.truenaturehealing.net/selfhealing.php</a>.<br />
Terimakasih, semoga bermanfaat, ingatlah selalu untuk bernapas<br />
Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hanny</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-177</link>
		<dc:creator>hanny</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 11:18:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-177</guid>
		<description>Dear mas Reza.....
Artikelnya dahsyat banget...sampai aku mau ikutan fulfill.mas, aku punya calon suami, bukan pacar lho?kita kenal sangat singkat, krn berawal dari keyakinan kita bahwa kita memang di pertemukan oleh allah dan dgn kekuatan doa pula makanya kita berkomitmen untuk bisa menikah.baru kenal sekitar 4 bulan, dan planning menikah rencana april ini.tapi ternyata di dalam kebersamaan kita, seiring dengan sikap jujur masing2 yang mengharuskan aku untuk mengerti kondisi calon suami aku yang ternyata duda anak 3.Jelas sudah cerai, namun mantan istrinya belakangan suka menggangu hubungan kita.di awal hubungan kita, mantan istrinya fine, tapi setelah tau aku dan calon suamiku mau menikah, timbul masalah2 sampai akhirnya ternyata aku di beritau juga kalau mantan istrinya rela untuk poligami.boleh calon sumai aku menikah lagi tapi mantan istrinya jangan di lepaskan. kondisinya...seperti mas reza bilang, aku selalu mendengarkan bahkan berusaha selalu memahami kondisi calon suamiku itu.dari hasil mendengarkan aku itu, maunya calon suami aku, biarkan saja mantan istrinya beranggapan seperti itu, yang terpenting calon aku itu sebisa mungkin menjauhi hal2 untuk kemungkinan sama2 lagi.tujuan dia hanya untuk mengambil hak asuh anak2nya.karena memang gak mungkin sama2 lagi, seluruh keluarga calon aku itu udah sakit hati dgn mantan istrinya, sampai orangtuanya pun sudah sakit hati.sebagai wanita, sangatlah wajar ada rasa cemburu dgn sang mantan istri calon suamiku.di artikel cinta mas reza blang, kita tidak akan mampu untuk merubah sesorang yg kita cintai, yang benar adalah mendampinginya.gimana caranya untuk tidak menimbulkan perasaan negtive ke calon suamiku, krn memang calon aku itu hubungan dgn mantan istrinya hanya lewat telpon.kebetulan mantan istrinya itu di luar kota.hanya aku terkadang suka perasaan disaat mantan istrinya telpon dgn bermanja2.gmna seharusnya aku bersikap mas?hasil dari mendengarkan ternyta menyakitkan...dan gmna caranya setiap kesel aku datang aku bisa handle?untuk di ketahui saja, mereka bercerai karena wktu perusahan calonku collaps, hingga meninggalkan utang ber ratus2 milyar..istrinya meninggalkan dia.setelah smuanya selesai dan sekarang usaha calon aku udah mulai lancar lagi, mantannya mau berkomitmen seperti itu.calon ku sadar mantan istrinya hanya perlu materinya dia saja, sekarangpun begitu.dan setiap hal..mantan istrinya selalu mengancam soal anak2.sejauh mana, aku harus berproses mendengarkan sampai ketitik lapang dada yg aku alami sekarang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear mas Reza&#8230;..<br />
Artikelnya dahsyat banget&#8230;sampai aku mau ikutan fulfill.mas, aku punya calon suami, bukan pacar lho?kita kenal sangat singkat, krn berawal dari keyakinan kita bahwa kita memang di pertemukan oleh allah dan dgn kekuatan doa pula makanya kita berkomitmen untuk bisa menikah.baru kenal sekitar 4 bulan, dan planning menikah rencana april ini.tapi ternyata di dalam kebersamaan kita, seiring dengan sikap jujur masing2 yang mengharuskan aku untuk mengerti kondisi calon suami aku yang ternyata duda anak 3.Jelas sudah cerai, namun mantan istrinya belakangan suka menggangu hubungan kita.di awal hubungan kita, mantan istrinya fine, tapi setelah tau aku dan calon suamiku mau menikah, timbul masalah2 sampai akhirnya ternyata aku di beritau juga kalau mantan istrinya rela untuk poligami.boleh calon sumai aku menikah lagi tapi mantan istrinya jangan di lepaskan. kondisinya&#8230;seperti mas reza bilang, aku selalu mendengarkan bahkan berusaha selalu memahami kondisi calon suamiku itu.dari hasil mendengarkan aku itu, maunya calon suami aku, biarkan saja mantan istrinya beranggapan seperti itu, yang terpenting calon aku itu sebisa mungkin menjauhi hal2 untuk kemungkinan sama2 lagi.tujuan dia hanya untuk mengambil hak asuh anak2nya.karena memang gak mungkin sama2 lagi, seluruh keluarga calon aku itu udah sakit hati dgn mantan istrinya, sampai orangtuanya pun sudah sakit hati.sebagai wanita, sangatlah wajar ada rasa cemburu dgn sang mantan istri calon suamiku.di artikel cinta mas reza blang, kita tidak akan mampu untuk merubah sesorang yg kita cintai, yang benar adalah mendampinginya.gimana caranya untuk tidak menimbulkan perasaan negtive ke calon suamiku, krn memang calon aku itu hubungan dgn mantan istrinya hanya lewat telpon.kebetulan mantan istrinya itu di luar kota.hanya aku terkadang suka perasaan disaat mantan istrinya telpon dgn bermanja2.gmna seharusnya aku bersikap mas?hasil dari mendengarkan ternyta menyakitkan&#8230;dan gmna caranya setiap kesel aku datang aku bisa handle?untuk di ketahui saja, mereka bercerai karena wktu perusahan calonku collaps, hingga meninggalkan utang ber ratus2 milyar..istrinya meninggalkan dia.setelah smuanya selesai dan sekarang usaha calon aku udah mulai lancar lagi, mantannya mau berkomitmen seperti itu.calon ku sadar mantan istrinya hanya perlu materinya dia saja, sekarangpun begitu.dan setiap hal..mantan istrinya selalu mengancam soal anak2.sejauh mana, aku harus berproses mendengarkan sampai ketitik lapang dada yg aku alami sekarang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-80</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 17:16:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-80</guid>
		<description>Dear Oscar,

Pendapat saya tentang &quot;ADA ORANG BILANG kalo seseorang diajak ngomong hanya mendengar saja n tidak merespon dg kata2 bisa dibilang orang itu ‘cuek’ tidak peduli kesusahan orang lain. Di sisi lain ada orang yang bila diajak omong tanpa memberikan komentar, dia takut dibilang bodoh, diam saja, tidak punya pengalaman, sehingga alasan inilah yang menjadikan orang2 tertentu jadi selalu ingin berebut komentar supaya dibilang pinter&quot;?

Sederhana saja, silakan praktekkan sendiri MENDENGARKAN SAJA SEPENUH HATI, berikut ke-empat tahap yang saya paparkan, lalu silakan tarik kesimpulan dari pengalaman langsung masing-masing.

Kalau di pengalaman saya pribadi, masalah terbesar kita sering muncul akibat kita sering lebih terpengaruh dengan &quot;ada orang bilang&quot; - lebih bersifat generalisasi dan pembandingan ke luar diri, daripada &quot;mengalami dan menyimpulkan sendiri&quot; :)

Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Oscar,</p>
<p>Pendapat saya tentang &#8220;ADA ORANG BILANG kalo seseorang diajak ngomong hanya mendengar saja n tidak merespon dg kata2 bisa dibilang orang itu ‘cuek’ tidak peduli kesusahan orang lain. Di sisi lain ada orang yang bila diajak omong tanpa memberikan komentar, dia takut dibilang bodoh, diam saja, tidak punya pengalaman, sehingga alasan inilah yang menjadikan orang2 tertentu jadi selalu ingin berebut komentar supaya dibilang pinter&#8221;?</p>
<p>Sederhana saja, silakan praktekkan sendiri MENDENGARKAN SAJA SEPENUH HATI, berikut ke-empat tahap yang saya paparkan, lalu silakan tarik kesimpulan dari pengalaman langsung masing-masing.</p>
<p>Kalau di pengalaman saya pribadi, masalah terbesar kita sering muncul akibat kita sering lebih terpengaruh dengan &#8220;ada orang bilang&#8221; &#8211; lebih bersifat generalisasi dan pembandingan ke luar diri, daripada &#8220;mengalami dan menyimpulkan sendiri&#8221; <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oscar</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-81</link>
		<dc:creator>Oscar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 07:56:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-81</guid>
		<description>Saya sering curhat ke sahabat saya, tapi selalu yang terjadi bukan jadi lega malahan sebaliknya jadi berantem bahkan tdk jarang jadi seru! Penyebabnya sahabat saya tadi adalah orang yg tidak pernah mau sabar mendengarkan setiap orang orang bicara sampai tuntas, dia hoby mutus pembicaraan orang, bahkan sebelum tahu apa intinya dia sudah memotong dan komentar panjang lebar dengan gayanya yang sok paling pinter dan paling tahu, bahkan kalo dipotong kadang jd marah &quot;sebentar saya belum selesai ngomong&quot;. Akhirnya sering lawan bicara jadi ngomong &quot;bukan itu maksud saya&quot;, baru dia berhenti. Menurut saya kejadian seperti itu sungguh menghabiskan energi kedua belah pihak shg tidak positif,  bahkan merugikan secara psikis karena berpotensi menimbulkan ketegangan syaraf dan permasalahan utama tidak terselesaikan bahkan menimbulkan permasalahan baru.   Ketika saya melanjutkan bicara lagi, lagi2 dia memotong dengan komentar2 yang kadang2 malah menyalahkan saya karena penyebab terjadinya masalah bisa dari kekurangan2 saya, tidak ini tidak itu. Akhirnya yang terjadi berantem, diem2 an. Suatu hari saya tanya kepada dia, kenapa sering motong pembicaraan orang yang belum selesai sampai inti permasalahan, tapi dijawabnya &#039; lho, saya orangnya kan cepet tahu apa yang dimaksud, kenapa kamu kalo bicara panjang lebar kaya perempuan aja&quot; Wah2, OK kemudian saya coba bicara singkat point2nya saja, tapi apa yang terjadi? Komentar jadi ngawur2 dan saya malah jadi capek meladeni dia menjelaskan kembali apa maksud omongan saya.
Singkat kata memang &#039;orang yang mau mendengar&#039; itu sangat dibutuhkan, meskipun sampai akhir pembicaraan dia hanya merespon dengan manggut2, kernyit wajah, senyum, atau ikut menggumam, tapi menyebabkan perasaan lega.
Tapi mas Reza, ada  orang bilang kalo seseorang diajak ngomong hanya mendengar saja n tidak merespon dg kata2 bisa  dibilang orang itu &#039;cuek&#039; tidak peduli kesusahan orang lain. Di sisi lain ada orang yang bila diajak omong tanpa memberikan komentar, dia takut dibilang bodoh, diam saja, tidak punya pengalaman, sehingga alasan inilah yang menjadikan orang2 tertentu jadi selalu ingin berebut komentar supaya dibilang pinter, so how about your oppinion? Thanks!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sering curhat ke sahabat saya, tapi selalu yang terjadi bukan jadi lega malahan sebaliknya jadi berantem bahkan tdk jarang jadi seru! Penyebabnya sahabat saya tadi adalah orang yg tidak pernah mau sabar mendengarkan setiap orang orang bicara sampai tuntas, dia hoby mutus pembicaraan orang, bahkan sebelum tahu apa intinya dia sudah memotong dan komentar panjang lebar dengan gayanya yang sok paling pinter dan paling tahu, bahkan kalo dipotong kadang jd marah &#8220;sebentar saya belum selesai ngomong&#8221;. Akhirnya sering lawan bicara jadi ngomong &#8220;bukan itu maksud saya&#8221;, baru dia berhenti. Menurut saya kejadian seperti itu sungguh menghabiskan energi kedua belah pihak shg tidak positif,  bahkan merugikan secara psikis karena berpotensi menimbulkan ketegangan syaraf dan permasalahan utama tidak terselesaikan bahkan menimbulkan permasalahan baru.   Ketika saya melanjutkan bicara lagi, lagi2 dia memotong dengan komentar2 yang kadang2 malah menyalahkan saya karena penyebab terjadinya masalah bisa dari kekurangan2 saya, tidak ini tidak itu. Akhirnya yang terjadi berantem, diem2 an. Suatu hari saya tanya kepada dia, kenapa sering motong pembicaraan orang yang belum selesai sampai inti permasalahan, tapi dijawabnya &#8216; lho, saya orangnya kan cepet tahu apa yang dimaksud, kenapa kamu kalo bicara panjang lebar kaya perempuan aja&#8221; Wah2, OK kemudian saya coba bicara singkat point2nya saja, tapi apa yang terjadi? Komentar jadi ngawur2 dan saya malah jadi capek meladeni dia menjelaskan kembali apa maksud omongan saya.<br />
Singkat kata memang &#8216;orang yang mau mendengar&#8217; itu sangat dibutuhkan, meskipun sampai akhir pembicaraan dia hanya merespon dengan manggut2, kernyit wajah, senyum, atau ikut menggumam, tapi menyebabkan perasaan lega.<br />
Tapi mas Reza, ada  orang bilang kalo seseorang diajak ngomong hanya mendengar saja n tidak merespon dg kata2 bisa  dibilang orang itu &#8216;cuek&#8217; tidak peduli kesusahan orang lain. Di sisi lain ada orang yang bila diajak omong tanpa memberikan komentar, dia takut dibilang bodoh, diam saja, tidak punya pengalaman, sehingga alasan inilah yang menjadikan orang2 tertentu jadi selalu ingin berebut komentar supaya dibilang pinter, so how about your oppinion? Thanks!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-79</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:49:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-79</guid>
		<description>Halo yettiasnita,

Saya belum baca lengkap buku tersebut, ketimbang berpendapat tanpa paham seluruhnya sang penulis, saya lebih baik tidak mengomentari buku itu.

Yang saya tahu tentang pria-wanita adalah, perbedaan antar gender tidak bersifat baku, statis dan kekal.  Perbedaan tersebut adalah hasil pengkondisian kita sejak lahir hingga dewasa.  Meskipun ada manfaatnya mengenal perbedaan antara pria dan wanita, namun kita perlu ingat bahwa perbedaan tersebut hanya benar berkat asumsi dan generalisasi.  Pada akhirnya, kita tetap perlu melihat setiap kasus dan individu dengan mata yang segar, dan hati yang terbuka.

Dengan pemahaman tersebut, 4 hadiah cinta bisa diberikan ke semua manusia, pria maupun wanita.  Yang penting, bukanlah berteori dan berdiskusi, lupakan saja kata-kata saya, karena melatih kesadaran cinta setiap saat jauh lebih penting.

Selamat berlatih hadiah cinta,
Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo yettiasnita,</p>
<p>Saya belum baca lengkap buku tersebut, ketimbang berpendapat tanpa paham seluruhnya sang penulis, saya lebih baik tidak mengomentari buku itu.</p>
<p>Yang saya tahu tentang pria-wanita adalah, perbedaan antar gender tidak bersifat baku, statis dan kekal.  Perbedaan tersebut adalah hasil pengkondisian kita sejak lahir hingga dewasa.  Meskipun ada manfaatnya mengenal perbedaan antara pria dan wanita, namun kita perlu ingat bahwa perbedaan tersebut hanya benar berkat asumsi dan generalisasi.  Pada akhirnya, kita tetap perlu melihat setiap kasus dan individu dengan mata yang segar, dan hati yang terbuka.</p>
<p>Dengan pemahaman tersebut, 4 hadiah cinta bisa diberikan ke semua manusia, pria maupun wanita.  Yang penting, bukanlah berteori dan berdiskusi, lupakan saja kata-kata saya, karena melatih kesadaran cinta setiap saat jauh lebih penting.</p>
<p>Selamat berlatih hadiah cinta,<br />
Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-78</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:44:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-78</guid>
		<description>Dear Lisa,

Terimakasih banyak buat sharingnya, yang sangat menghibur dan membuat saya tersenyum lebaaar sekali :)

Untuk curhat via sms, tip Pertama:
Anda bisa balas dengan &quot;saya mengerti&quot;, &quot;iya&quot;, &quot;terimakasih&quot;, &quot;oh begitu..&quot;.  Kalau percakapan terasa butuh dilakukan secara lisan, smskan &quot;Apakah kamu merasa lebih kita bertemu/telponan untuk bicara langsung?&quot;

Tip Kedua, pupuk terus kesadaran bahwa kita tidak pernah berkewajiban untuk memindahkan atau memikul beban orang lain, karena di dalam asumsi itu, kita menganggap diri kita lebih kuat.  Padahal dengan mendengarkan saja, kita akan mengamati orang tersebut, di tengah beban masalahnya, akan mampu menemukan kejernihan, kekuatan dan solusi mereka sendiri.  Dan itulah satu-satunya &quot;TUGAS&quot; kita.

Selamat berlatih!
Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Lisa,</p>
<p>Terimakasih banyak buat sharingnya, yang sangat menghibur dan membuat saya tersenyum lebaaar sekali <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Untuk curhat via sms, tip Pertama:<br />
Anda bisa balas dengan &#8220;saya mengerti&#8221;, &#8220;iya&#8221;, &#8220;terimakasih&#8221;, &#8220;oh begitu..&#8221;.  Kalau percakapan terasa butuh dilakukan secara lisan, smskan &#8220;Apakah kamu merasa lebih kita bertemu/telponan untuk bicara langsung?&#8221;</p>
<p>Tip Kedua, pupuk terus kesadaran bahwa kita tidak pernah berkewajiban untuk memindahkan atau memikul beban orang lain, karena di dalam asumsi itu, kita menganggap diri kita lebih kuat.  Padahal dengan mendengarkan saja, kita akan mengamati orang tersebut, di tengah beban masalahnya, akan mampu menemukan kejernihan, kekuatan dan solusi mereka sendiri.  Dan itulah satu-satunya &#8220;TUGAS&#8221; kita.</p>
<p>Selamat berlatih!<br />
Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yettiasnita</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-77</link>
		<dc:creator>yettiasnita</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:17:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-77</guid>
		<description>Hai mas reza

Bagaimana pendapat mas reza tentang buku mars &amp; venus, yang mengatakan bahwa laki2 dan perempuan beda! apakah hadiah cinta ini bisa berlaku untuk kedua belah pihak ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai mas reza</p>
<p>Bagaimana pendapat mas reza tentang buku mars &amp; venus, yang mengatakan bahwa laki2 dan perempuan beda! apakah hadiah cinta ini bisa berlaku untuk kedua belah pihak ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lisa</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-75</link>
		<dc:creator>Lisa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 13:01:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-75</guid>
		<description>Dear Reza,

Dulu saya memang merasa berkewajiban untuk memberikan saran bila ada seseorang yang curhat kepada saya, karena   sayapun senang mendengarkan saran dan pendapat orang lain mengenai masalah yang saya hadapi bila saya curhat ke mereka, meskipun belum tentu saya turuti.  Tapi suami saya selalu marah kalau saya beri saran, dia selalu menganggap saya against him, padahal sebetulnya saya merasa khawatir dengan tindakan dan kelakuannya (yang menurut saya memang menyebalkan), jadi saya buru-buru memberi saran, maksudnya supaya dia jangan berbuat seperti itu karena bisa dimusuhi teman2 di kantornya.  Karena hampir selalu terjadi keributan kalau dia sedang curhat, akhirnya saya janji ke diri sendiri (ceritanya ngambek), bahwa mulai saat itu saya tidak akan berkata apa2, tidak akan memberi saran apapun, tidak akan peduli apa akibat perbuatannya ke dirinya sendiri. Jadi setiap kali dia curhat masalah di kantornya, saya diaaaaammm.... saja, harapan saya biar dia tahu rasa kalau saya cuek dan akhirnya curhatnya menjadi hambar.  Eh, ternyata ngga tuh...., dia terus cerita dan cerita, dan tidak pernah sadar bahwa sebetulnya saya sedang ngambek.  Waktu itu dalam hati saya ketawa sendiri:&quot;Orang kok badak banget ya&quot; (kata saya dalam hati).  Lambat laun hal ini menjadi kebiasaan baru saya. Saya hanya mendengarkan, meng-angguk2 dan senyum2, kalau suami saya curhat.  Dan lama-lama  kekhawatiran saya terhadap tindakan2 suami saya hilang sendiri, ternyata dia bukan anak kecil yang harus saya jaga terus, sayapun menjadi lebih relax saat mendengarkan curhatan2nya.  Dan belakangan saya baru tahu dari Anda, melalui radio Cosmo, bahwa memang seharusnya begitulah cara mendengarkan yang efektif.  Sekarang kepada siapa saja yang curhat ke saya, saya sudah bisa mendengarkan dengan lebih santai dan tanpa interupsi, saya juga tidak lagi berusaha memindahkan beban mereka menjadi beban saya karena saya tidak perlu lagi bersusah-payah mencarikan solusi bagi mereka, kecuali mereka minta.  Dan mereka tetap fun2 saja tuh terhadap saya.  Tapi beberapa hari ini saya agak bingung bagaimana saya harus bertindak.  Ceritanya begini,  teman baik saya sedang menemani ayahnya berobat ke Singapura karena kanker.  Teman saya ini sangat sedih, takut kehilangan ayahnya, jadi setiap saat dia selalu sms dari sana, berkeluh kesah kepada saya.  Karena kita tidak bertatap muka, jadi saya bingung, bagaimana saya harus menjawab sms2nya?  Bagaimana saya harus bereaksi terhadap keluh kesahnya? Memberi saran, nasehat, hiburan atau apa?  Saya ingin dia tahu bahwa saya menemani dia dari jauh, bahwa saya support dia, tapi gimana ya caranya?  Tolong ya Reza, beritahu saya.  Thanks ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Reza,</p>
<p>Dulu saya memang merasa berkewajiban untuk memberikan saran bila ada seseorang yang curhat kepada saya, karena   sayapun senang mendengarkan saran dan pendapat orang lain mengenai masalah yang saya hadapi bila saya curhat ke mereka, meskipun belum tentu saya turuti.  Tapi suami saya selalu marah kalau saya beri saran, dia selalu menganggap saya against him, padahal sebetulnya saya merasa khawatir dengan tindakan dan kelakuannya (yang menurut saya memang menyebalkan), jadi saya buru-buru memberi saran, maksudnya supaya dia jangan berbuat seperti itu karena bisa dimusuhi teman2 di kantornya.  Karena hampir selalu terjadi keributan kalau dia sedang curhat, akhirnya saya janji ke diri sendiri (ceritanya ngambek), bahwa mulai saat itu saya tidak akan berkata apa2, tidak akan memberi saran apapun, tidak akan peduli apa akibat perbuatannya ke dirinya sendiri. Jadi setiap kali dia curhat masalah di kantornya, saya diaaaaammm&#8230;. saja, harapan saya biar dia tahu rasa kalau saya cuek dan akhirnya curhatnya menjadi hambar.  Eh, ternyata ngga tuh&#8230;., dia terus cerita dan cerita, dan tidak pernah sadar bahwa sebetulnya saya sedang ngambek.  Waktu itu dalam hati saya ketawa sendiri:&#8221;Orang kok badak banget ya&#8221; (kata saya dalam hati).  Lambat laun hal ini menjadi kebiasaan baru saya. Saya hanya mendengarkan, meng-angguk2 dan senyum2, kalau suami saya curhat.  Dan lama-lama  kekhawatiran saya terhadap tindakan2 suami saya hilang sendiri, ternyata dia bukan anak kecil yang harus saya jaga terus, sayapun menjadi lebih relax saat mendengarkan curhatan2nya.  Dan belakangan saya baru tahu dari Anda, melalui radio Cosmo, bahwa memang seharusnya begitulah cara mendengarkan yang efektif.  Sekarang kepada siapa saja yang curhat ke saya, saya sudah bisa mendengarkan dengan lebih santai dan tanpa interupsi, saya juga tidak lagi berusaha memindahkan beban mereka menjadi beban saya karena saya tidak perlu lagi bersusah-payah mencarikan solusi bagi mereka, kecuali mereka minta.  Dan mereka tetap fun2 saja tuh terhadap saya.  Tapi beberapa hari ini saya agak bingung bagaimana saya harus bertindak.  Ceritanya begini,  teman baik saya sedang menemani ayahnya berobat ke Singapura karena kanker.  Teman saya ini sangat sedih, takut kehilangan ayahnya, jadi setiap saat dia selalu sms dari sana, berkeluh kesah kepada saya.  Karena kita tidak bertatap muka, jadi saya bingung, bagaimana saya harus menjawab sms2nya?  Bagaimana saya harus bereaksi terhadap keluh kesahnya? Memberi saran, nasehat, hiburan atau apa?  Saya ingin dia tahu bahwa saya menemani dia dari jauh, bahwa saya support dia, tapi gimana ya caranya?  Tolong ya Reza, beritahu saya.  Thanks ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Romie</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-76</link>
		<dc:creator>Romie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 03:48:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-76</guid>
		<description>Hi Mas Reza

I listened to your discussion about &#039;honesty&#039; in the radio on the way to work this morning. It was very good.

I went to your site and found even more useful advices and inputs. I like them. I especially like the blog about &#039;the art of listening.&quot; Frankly, I need to just HUSH  :)

Keep talking and writing. I am going to be your &#039;regular customer&#039; now.

Cheers,
Romie</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi Mas Reza</p>
<p>I listened to your discussion about &#8216;honesty&#8217; in the radio on the way to work this morning. It was very good.</p>
<p>I went to your site and found even more useful advices and inputs. I like them. I especially like the blog about &#8216;the art of listening.&#8221; Frankly, I need to just HUSH  <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Keep talking and writing. I am going to be your &#8216;regular customer&#8217; now.</p>
<p>Cheers,<br />
Romie</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/02/4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-2/comment-page-1/#comment-74</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 13:53:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rezagunawan.com/?p=130#comment-74</guid>
		<description>Hai Uci3,

Memang sulit terkadang bila pasangan tidak memberikan hadiah cinta yang kita berikan padanya.  Namun cobalah sadari bahwa mengharapkan orang lain untuk berubah, adalah salah satu JALAN PINTAS menuju stres dan ketidakbahagiaan kita sendiri.

Cobalah berlatih ke-4 Hadiah Cinta yang akan saya tulis lengkap, barangkali di hadiah no.3 dan no.4, Anda. akan menemukan jalan yang membantu Anda lebih menerima situasi dan konflik dengan pasangan. Ingat hubungan yang sehat perlu konflik.  Saat konflik sudah berhenti sama sekali, itulah justru saatnya panik tentang kelanggengan hubungan.

Dengan teratur melatih 4 kesadaran cinta, Anda pun akan bertumbuh untuk mampu memberi hadiah cinta, dengan semakin &#039;sedikit&#039; harapan untuk diberikan timbal balik.  Atau dengan kata lain, Anda akan semakin menghayati cinta tanpa syarat.  Disinilah, Anda mulai bisa berbahagia tanpa terlalu tergantung perilaku pasangan Anda.

Selamat berlatih cinta,
Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Uci3,</p>
<p>Memang sulit terkadang bila pasangan tidak memberikan hadiah cinta yang kita berikan padanya.  Namun cobalah sadari bahwa mengharapkan orang lain untuk berubah, adalah salah satu JALAN PINTAS menuju stres dan ketidakbahagiaan kita sendiri.</p>
<p>Cobalah berlatih ke-4 Hadiah Cinta yang akan saya tulis lengkap, barangkali di hadiah no.3 dan no.4, Anda. akan menemukan jalan yang membantu Anda lebih menerima situasi dan konflik dengan pasangan. Ingat hubungan yang sehat perlu konflik.  Saat konflik sudah berhenti sama sekali, itulah justru saatnya panik tentang kelanggengan hubungan.</p>
<p>Dengan teratur melatih 4 kesadaran cinta, Anda pun akan bertumbuh untuk mampu memberi hadiah cinta, dengan semakin &#8217;sedikit&#8217; harapan untuk diberikan timbal balik.  Atau dengan kata lain, Anda akan semakin menghayati cinta tanpa syarat.  Disinilah, Anda mulai bisa berbahagia tanpa terlalu tergantung perilaku pasangan Anda.</p>
<p>Selamat berlatih cinta,<br />
Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

