<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menghadapi Energi Negatif di Sekitar Kita</title>
	<atom:link href="http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/</link>
	<description>memelihara ketenteraman dan kesehatan seutuhnya, dengan                       melatih kesadaran diri, agar hidup semakin ringan, ikhlas, dan selaras.</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Oct 2011 05:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Movies Forum </title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-588</link>
		<dc:creator>Movies Forum </dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Jan 2011 02:20:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-588</guid>
		<description>*;: I am very thankful to this topic because it really gives useful information .-*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>*;: I am very thankful to this topic because it really gives useful information .-*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pia</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-14</link>
		<dc:creator>Pia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 03:05:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-14</guid>
		<description>Dear Reza,

Waktu kecil di Marbella, Anyer, anak saya (waktu itu 8 tahun) pernah melihat 1 keluarga terdiri dari 1 ibu, 3 orang anak dan 1 susternya keluar dari lift, katanya dia nyata-nyata dan yakin benar melihat rombongan itu keluar 2 kali dari lift; jadi kejadiannya saat itu dia sedang di depan lift, pintu lift terbuka dan rombongan itu keluar, lalu pintu lift tertutup dan terbuka lagi dan yang keluar rombongan itu lagi (saat itu juga, bukan hari lain atau waktu lain).  Saya juga melihat rombongan itu, tapi 1 kali tentunya. Tapi anak saya melihat 2 kali, dan saya masih ingat, dia memang sampai balik badan untuk melihat kejadian, tapi saat itu saya tidak menengok untuk melihat apa yang sedang dia perhatikan. Setelah beberapa saat baru dia bisa bercerita, tapi waktu saya menengok ke belakang rombongan itu sudah tidak ada. Dan sampai saat ini, 10 tahun kemudian, anak saya masih teringat dan penasaran atas kejadian itu.  Kata orang itu namanya &#039;deja vu&#039;, apa sih deja vu itu?  Apakah semacam halusinasi?  Bagaimana bisa terjadi?  Tolong dijawab ya Rez, terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Reza,</p>
<p>Waktu kecil di Marbella, Anyer, anak saya (waktu itu 8 tahun) pernah melihat 1 keluarga terdiri dari 1 ibu, 3 orang anak dan 1 susternya keluar dari lift, katanya dia nyata-nyata dan yakin benar melihat rombongan itu keluar 2 kali dari lift; jadi kejadiannya saat itu dia sedang di depan lift, pintu lift terbuka dan rombongan itu keluar, lalu pintu lift tertutup dan terbuka lagi dan yang keluar rombongan itu lagi (saat itu juga, bukan hari lain atau waktu lain).  Saya juga melihat rombongan itu, tapi 1 kali tentunya. Tapi anak saya melihat 2 kali, dan saya masih ingat, dia memang sampai balik badan untuk melihat kejadian, tapi saat itu saya tidak menengok untuk melihat apa yang sedang dia perhatikan. Setelah beberapa saat baru dia bisa bercerita, tapi waktu saya menengok ke belakang rombongan itu sudah tidak ada. Dan sampai saat ini, 10 tahun kemudian, anak saya masih teringat dan penasaran atas kejadian itu.  Kata orang itu namanya &#8216;deja vu&#8217;, apa sih deja vu itu?  Apakah semacam halusinasi?  Bagaimana bisa terjadi?  Tolong dijawab ya Rez, terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-13</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 15:59:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-13</guid>
		<description>Organik dan para pembaca blog lainnya,

Untuk informasi dan teknik bernapas yang bisa dimanfaatkan lebih jauh dalam rangka mengelola energi, menyehatkan tubuh dan menciptakan ketenangan, silakan simak siarang BFC 20 Januari ini.

Salam dan ingatlah selalu untuk bernapas ;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Organik dan para pembaca blog lainnya,</p>
<p>Untuk informasi dan teknik bernapas yang bisa dimanfaatkan lebih jauh dalam rangka mengelola energi, menyehatkan tubuh dan menciptakan ketenangan, silakan simak siarang BFC 20 Januari ini.</p>
<p>Salam dan ingatlah selalu untuk bernapas <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tresnowati gito</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-12</link>
		<dc:creator>tresnowati gito</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 08:35:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-12</guid>
		<description>Ketrampilan mendengarkan dengan rileks dan hadir sepenuh hati memang menakjubkan.

Ada rasa yg menyentuh ketika mendengarkan &quot;curhat&quot; sahabat yg dapat mengungkapkan emosi dan menangis dengan tip yg disampaikan untuk Agi.

Thank you Mas Reza, looking forward to hearing Selfhealing on Tuesday.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketrampilan mendengarkan dengan rileks dan hadir sepenuh hati memang menakjubkan.</p>
<p>Ada rasa yg menyentuh ketika mendengarkan &#8220;curhat&#8221; sahabat yg dapat mengungkapkan emosi dan menangis dengan tip yg disampaikan untuk Agi.</p>
<p>Thank you Mas Reza, looking forward to hearing Selfhealing on Tuesday.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inoth</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-11</link>
		<dc:creator>inoth</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 01:36:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-11</guid>
		<description>Sementara ini... please let me know kalo mo ngadain di Bandung ya??!!
Makasih...

Salam juga, :)
Inoth</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sementara ini&#8230; please let me know kalo mo ngadain di Bandung ya??!!<br />
Makasih&#8230;</p>
<p>Salam juga, <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Inoth</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: organik</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-10</link>
		<dc:creator>organik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 05:01:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-10</guid>
		<description>kita semuanya bernapas kan?
mungkin bisa dijelaskan lbh lanjut mengenai teknik bernapas yg benar?
thx :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita semuanya bernapas kan?<br />
mungkin bisa dijelaskan lbh lanjut mengenai teknik bernapas yg benar?<br />
thx <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-9</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 04:09:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-9</guid>
		<description>Dear Inoth,
Saat ini baru ada di Jakarta.  Tentunya di kota lain bisa diadakan bila jumlah peserta mencukupi (minimal 20 orang), karena instrukturnya hanya ada di Jakarta.  Atau ke Jakarta aja kan Cipularang cuma 2 jam perjalanan.

Salam,
Reza</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Inoth,<br />
Saat ini baru ada di Jakarta.  Tentunya di kota lain bisa diadakan bila jumlah peserta mencukupi (minimal 20 orang), karena instrukturnya hanya ada di Jakarta.  Atau ke Jakarta aja kan Cipularang cuma 2 jam perjalanan.</p>
<p>Salam,<br />
Reza</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: inoth</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-8</link>
		<dc:creator>inoth</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 16:00:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-8</guid>
		<description>Permisi...
Kalo di Bandung, selfhealing ada dimana ya?   :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Permisi&#8230;<br />
Kalo di Bandung, selfhealing ada dimana ya?   <img src='http://www.rezagunawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: selfhealingrezagunawan</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-7</link>
		<dc:creator>selfhealingrezagunawan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 17:14:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-7</guid>
		<description>Dear Agi,

Sebagai terapis, kita bisa saja menggunakan teknik terapi yang berbeda, namun kalau boleh berbagi pengalaman, ada sebuah pendekatan kesadaran di sisi terapis yang seringkali ajaib, ampuh dan sederhana.

Hal itu saya namakan: ketrampilan mendengarkan dengan rileks dan hadir sepenuh hati.

Tidak saja klien akan merasa nyaman untuk mengungkap diri, dia pun lebih mudah merasa lega, lebih lancar mencapai kesembuhan, dan Anda pun tidak perlu kuatir terimbas energi dari klien, ketika Anda bisa hadir sepenuh hati dan mendengar dengan rileks.

Yang menarik, ini juga berlaku bagi siapapun yang bukan terapis, namun sedang dijadikan tempat curhat (baik resmi maupun colongan).

Saya sendiri sudah tidak pernah melakukan &quot;perlindungan&quot;, &quot;doa penutup energi negatif&quot;, &quot;grounding&quot;, karena menurut saya, teknik tersebut memperkuat salah konsep dalam pemahaman kita bahwa energi negatif itu ada.  Padahal sebagaimana saya uraikan dalam artikel, ENERGI NEGATIF SEBENARNYA TIDAK ADA.

Kalaupun Anda mengalami reaksi kurang nyaman setelah berinteraksi dengan klien, terimalah itu sebagai &#039;hadiah&#039; atau &#039;berkah&#039; darinya, karena rasa tidak nyaman tersebut dapat kita telusuri ke dalam diri, untuk mengurai dan menyembuhkan PR kehidupan kita sendiri.

Rileks, napas, dengarkan dengan rileks sepenuh hati.

Selamat berlatih!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Agi,</p>
<p>Sebagai terapis, kita bisa saja menggunakan teknik terapi yang berbeda, namun kalau boleh berbagi pengalaman, ada sebuah pendekatan kesadaran di sisi terapis yang seringkali ajaib, ampuh dan sederhana.</p>
<p>Hal itu saya namakan: ketrampilan mendengarkan dengan rileks dan hadir sepenuh hati.</p>
<p>Tidak saja klien akan merasa nyaman untuk mengungkap diri, dia pun lebih mudah merasa lega, lebih lancar mencapai kesembuhan, dan Anda pun tidak perlu kuatir terimbas energi dari klien, ketika Anda bisa hadir sepenuh hati dan mendengar dengan rileks.</p>
<p>Yang menarik, ini juga berlaku bagi siapapun yang bukan terapis, namun sedang dijadikan tempat curhat (baik resmi maupun colongan).</p>
<p>Saya sendiri sudah tidak pernah melakukan &#8220;perlindungan&#8221;, &#8220;doa penutup energi negatif&#8221;, &#8220;grounding&#8221;, karena menurut saya, teknik tersebut memperkuat salah konsep dalam pemahaman kita bahwa energi negatif itu ada.  Padahal sebagaimana saya uraikan dalam artikel, ENERGI NEGATIF SEBENARNYA TIDAK ADA.</p>
<p>Kalaupun Anda mengalami reaksi kurang nyaman setelah berinteraksi dengan klien, terimalah itu sebagai &#8216;hadiah&#8217; atau &#8216;berkah&#8217; darinya, karena rasa tidak nyaman tersebut dapat kita telusuri ke dalam diri, untuk mengurai dan menyembuhkan PR kehidupan kita sendiri.</p>
<p>Rileks, napas, dengarkan dengan rileks sepenuh hati.</p>
<p>Selamat berlatih!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agi</title>
		<link>http://www.rezagunawan.com/2009/01/menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita/comment-page-1/#comment-6</link>
		<dc:creator>Agi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 12:09:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://selfhealingrezagunawan.wordpress.com/?p=33#comment-6</guid>
		<description>Mas, saya murid selfhealing angk. 4sekianlah, aku dukung web ini habis klo denger di cosmo, ga tuntas dengernya he5, saya terapis beda profesi lah mas...kita biasa menerima klien dengan segala energi yg mreka bawa kekita, biasanya awal melakukan kegiatan saya selalu menutup diri saya dengan &#039;doa&#039; agar energi negatif dr klien tdk pindah ke saya, tp kadang setelah selesai ada rasa yg tidak nyaman pada saya, atau ditengah2 klien curhat saya sempat ikut masuk kdalamnya, apakah dalam hal ini saya harus sadar dan bernafas untuk menghindari masuk kdlm curhatan klien dan hanya mendengar (pengennya si gitu mas!)
Ma kasih ya mas sebelumnya... salam bwt mba dee kita pernah sekelas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, saya murid selfhealing angk. 4sekianlah, aku dukung web ini habis klo denger di cosmo, ga tuntas dengernya he5, saya terapis beda profesi lah mas&#8230;kita biasa menerima klien dengan segala energi yg mreka bawa kekita, biasanya awal melakukan kegiatan saya selalu menutup diri saya dengan &#8216;doa&#8217; agar energi negatif dr klien tdk pindah ke saya, tp kadang setelah selesai ada rasa yg tidak nyaman pada saya, atau ditengah2 klien curhat saya sempat ikut masuk kdalamnya, apakah dalam hal ini saya harus sadar dan bernafas untuk menghindari masuk kdlm curhatan klien dan hanya mendengar (pengennya si gitu mas!)<br />
Ma kasih ya mas sebelumnya&#8230; salam bwt mba dee kita pernah sekelas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

